MORFEM.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mendorong mahasiswa untuk terus mengambil peran dalam mengawal arah pembangunan daerah.
Menurutnya, kalangan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai penggerak perubahan sekaligus pengawas jalannya kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada masyarakat.
Puji menegaskan, kontribusi mahasiswa tidak hanya terbatas pada penyampaian kritik. Lebih dari itu, mahasiswa juga dapat terlibat dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah serta memberikan masukan yang konstruktif terhadap berbagai persoalan publik.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya mengkritisi, tetapi juga bisa ikut mengawal dan mengawasi agar kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Puji, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, fungsi kontrol sosial yang dijalankan mahasiswa dapat menjadi dukungan bagi DPRD dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Berbagai gagasan, kajian, dan kritik yang lahir dari lingkungan akademik dinilai mampu memperkaya perspektif dalam proses pengambilan kebijakan. Puji menyebut, pembangunan yang berjalan tanpa pengawasan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kata Puji, keterlibatan mahasiswa dan akademisi perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
“DPRD hadir karena mendapat amanah dan kepercayaan dari masyarakat. Karena itu, kritik dan pengawasan dari mahasiswa menjadi hal yang positif untuk memastikan amanah tersebut dijalankan dengan baik,” jelasnya.
Selain berperan dalam mengawasi kebijakan publik, mahasiswa juga diharapkan lebih aktif mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai persoalan seperti pengembangan kepemudaan, pemberdayaan warga, hingga peningkatan keterlibatan perempuan dalam politik dinilai masih memerlukan perhatian bersama.
Ia menambahkan, mahasiswa dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan para pengambil keputusan. Melalui kegiatan edukasi, penelitian, maupun advokasi, mahasiswa memiliki ruang untuk menyuarakan aspirasi warga sekaligus membantu mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Mahasiswa harus tetap kritis dan hadir di tengah masyarakat. Mereka bisa menjadi mitra dalam mengawal berbagai persoalan sosial sekaligus memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Puji berharap semangat kritis dan peran pengawasan yang dimiliki mahasiswa terus terjaga. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam mendorong pembangunan yang lebih responsif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Samarinda. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan