Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Iswandi Minta Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Dilihat Menyeluruh, Bukan Sekadar PAD

Avatar super admin
super admin
Mei 8, 2026
Iswandi Minta Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Dilihat Menyeluruh, Bukan Sekadar PAD

MORFEM.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta polemik terkait pembagian hasil kerja sama antara Perumda Varia Niaga dan pihak ketiga di kawasan Teras Samarinda disikapi secara proporsional.

Menurutnya, keberadaan usaha seperti Teras Mahakam Cafe dan Jet Spark tidak bisa hanya diukur dari besaran pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk.

Ia menilai kontribusi mitra swasta perlu dilihat lebih luas, terutama dari keberanian mereka menanamkan investasi untuk menghidupkan kawasan tepian Sungai Mahakam yang kini menjadi salah satu pusat keramaian baru di Samarinda.

Iswandi mengatakan bahwa skema pembagian keuntungan sebesar 10 persen tidak bisa langsung dianggap merugikan daerah tanpa memahami detail perjanjiannya.

Ia menegaskan, perlu dilihat terlebih dahulu apakah persentase tersebut dihitung dari pendapatan kotor atau keuntungan bersih.

“Jangan buru-buru menyimpulkan sebelum melihat keseluruhan mekanismenya. Dalam bisnis itu ada hitung-hitungan investasi, biaya operasional, dan risiko usaha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan agar pengawasan yang dilakukan tidak sampai menimbulkan kesan menghambat pelaku usaha, terutama anak muda kreatif dan UMKM yang selama ini ikut meramaikan kawasan kota.

Ia menilai perubahan wajah kawasan Teras Samarinda tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan modal dan keberanian dari pihak swasta.

“Jangan sampai ketika tempatnya sudah hidup dan ramai, baru dipersoalkan tanpa melihat perjuangan awal mereka membangun kawasan itu,” katanya.

Iswandi menambahkan, keberadaan Teras Mahakam Cafe maupun Jet Spark telah memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding sekadar angka setoran PAD.

Selain mempercantik kawasan kota, usaha tersebut juga dinilai membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Terkait usulan pembagian keuntungan dengan komposisi 50:50, Iswandi menilai hal itu sulit diterapkan apabila seluruh investasi awal berasal dari pihak pengusaha.

Menurutnya, pelaku usaha telah mengeluarkan biaya besar mulai dari pembangunan fasilitas, pengadaan perlengkapan, renovasi hingga pembayaran tenaga kerja.

“Kalau seluruh modal dari swasta lalu pemerintah meminta setengah hasil usaha, tentu harus dipikirkan juga bagaimana pengusaha mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Meski demikian, Iswandi tetap memberi perhatian terhadap kinerja internal Perumda Varia Niaga. Ia menyoroti capaian PAD yang dinilai belum maksimal dibanding penyertaan modal yang telah diberikan pemerintah daerah.

Ia menyebut kontribusi sekitar Rp500 juta masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan suntikan modal mencapai Rp10 miliar yang pernah diterima perusahaan daerah tersebut.

“Yang perlu dievaluasi itu tata kelola internal dan pengelolaannya supaya lebih optimal, bukan malah membuat iklim usaha jadi tidak nyaman,” ujarnya.

Iswandi pun mendorong adanya komunikasi terbuka antara Varia Niaga, Pemerintah Kota Samarinda, dan pihak pengusaha agar persoalan kerja sama dapat diselesaikan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab menciptakan regulasi yang mendukung dunia usaha agar investasi terus tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.

“Kita harus menjaga keseimbangan. Pengusaha tetap nyaman berinvestasi, kota berkembang, dan daerah juga memperoleh manfaat yang wajar,” pungkasnya. (RD/Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026
  • Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Dennis Lim Ungkap Kemudahan Akses ke Indonesia Dimanfaatkan Pelaku Judi Online

    Mei 15, 2026
  • Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Meutya Hafid Ungkap Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terdampak Judi Online

    Mei 15, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Archives

  • Mei 2026 (82)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Puan Maharani Soroti Ancaman Hantavirus dan Kesiapan Layanan Kesehatan

    Mei 15, 2026
  • Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    Mei 15, 2026
  • Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Purbaya Nilai Angka Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Stabil

    Mei 15, 2026

Categories

  • Advertorial (33)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (12)
  • Kaltim (20)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (107)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (1)
  • Samarinda (4)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top