MORFEM.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dinilai tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi setiap keluarga untuk semakin memperhatikan tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai masih ada sebagian masyarakat yang memandang kehadiran anak sebagai beban dalam keluarga. Menurutnya, pola pikir seperti itu perlu diubah karena setiap anak memiliki potensi besar yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Masih ada orang tua yang menganggap anak sebagai beban. Padahal mereka adalah aset yang harus dijaga, dididik, dan diberikan kesempatan untuk berkembang dengan baik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat bergantung pada pola asuh yang diterapkan orang tua saat ini. Anak-anak yang tumbuh dengan perhatian dan pendidikan yang baik akan menjadi generasi yang siap mengambil peran penting dalam pembangunan.
“Kelak mereka yang akan melanjutkan estafet dan menggantikan peran generasi sekarang. Karena itu, investasi terbaik adalah memberikan pengasuhan yang baik kepada anak,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan pendidikan dan ekonomi, Rohim menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Menurutnya, perhatian secara emosional memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak.
Ia juga menyoroti fenomena fatherless, yakni minimnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Kondisi tersebut dinilai masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian karena sosok ayah memiliki peran penting dalam perkembangan anak.
“Anak tidak hanya membutuhkan nafkah. Mereka juga memerlukan kehadiran orang tua, terutama ayah, sebagai pendamping dan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Rohim berharap HAN menjadi momentum bagi setiap keluarga untuk memperkuat pola pengasuhan di lingkungan rumah. Menurutnya, perhatian, kasih sayang, dan pendampingan yang diberikan sejak dini akan membentuk generasi yang lebih berkualitas, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun Indonesia di masa mendatang. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan