MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai penanganan banjir di Kota Tepian harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bergantung pada perbaikan drainase di titik tertentu.
Sistem pengendalian air dinilai perlu dirancang saling terhubung agar mampu mengurangi genangan secara maksimal.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pembangunan sodetan baru menuju Sungai Mahakam menjadi salah satu langkah strategis yang perlu didukung untuk mempercepat aliran air dari kawasan rawan banjir.
Menurutnya, pembangunan saluran penghubung harus direncanakan secara terpadu agar setiap jalur drainase di kota dapat terkoneksi dengan baik.
“Penanganannya memang harus menyeluruh. Aliran air antarwilayah harus terkoneksi supaya sistem drainase bekerja maksimal,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Deni menjelaskan, persoalan banjir di Samarinda tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki satu titik drainase bermasalah.
Ia menilai seluruh jalur pembuangan air harus dipetakan secara detail agar debit air saat hujan deras tidak terkumpul di kawasan permukiman.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah kawasan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang. Menurutnya, kawasan tersebut membutuhkan tambahan sodetan dari arah Jalan Antasari agar aliran air dapat langsung mengarah ke Sungai Mahakam.
“Dengan adanya koneksi saluran yang lebih baik, kami optimistis potensi genangan di sejumlah titik bisa berkurang secara signifikan,” terangnya.
Selain itu, DPRD juga meminta keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan dalam menjalankan program pengendalian banjir. Sinergi antara legislatif dan pemerintah kota dinilai penting agar proyek prioritas tetap dapat berjalan. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan