MORFEM.ID, SAMARINDA – Maraknya penggunaan perangkat digital oleh anak-anak menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Di tengah kemudahan akses internet, keluarga dinilai memegang peranan utama untuk memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, menilai kehadiran gadget tidak lagi bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Perangkat tersebut kini digunakan untuk belajar, berkomunikasi, hingga mencari informasi sehingga pendekatan yang dibutuhkan bukan sekadar pembatasan, melainkan pendampingan yang konsisten dari orang tua.
“Yang harus diperkuat adalah edukasi dari orang tua kepada anak tentang bagaimana menggunakan gadget dengan baik, termasuk memberikan aturan dan batasan yang jelas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Novan, pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital tidak hanya diperlukan bagi anak usia dini. Remaja yang telah duduk di bangku sekolah menengah pun tetap membutuhkan perhatian agar aktivitas mereka di dunia maya tetap berada dalam pengawasan keluarga.
“Orang tua setidaknya mengetahui apa yang diakses anak melalui gadget. Pengawasan seperti ini tetap penting, termasuk bagi remaja, agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berdampak negatif,” katanya.
Ia menilai, melarang anak menggunakan gadget secara menyeluruh bukanlah langkah yang realistis. Pasalnya, teknologi telah menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan maupun komunikasi, baik saat anak berada di sekolah maupun di luar rumah.
Karena itu, menurutnya, membangun pemahaman orang tua mengenai pola pendampingan anak di ruang digital akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya menerapkan pembatasan penggunaan perangkat.
Novan juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang terus melakukan pemblokiran terhadap situs maupun konten bermuatan negatif.
Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak dapat menggantikan peran keluarga dalam membimbing anak.
“Pengawasan dari pemerintah tentu ada, tetapi ketika anak beraktivitas di luar rumah atau di ruang digital, peran orang tua tetap menjadi benteng utama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendampingan tidak cukup dilakukan dengan membatasi durasi penggunaan gadget. Orang tua juga perlu mengetahui aplikasi yang digunakan anak, jenis konten yang mereka konsumsi, hingga dengan siapa mereka berinteraksi melalui media digital.
Dengan keterlibatan keluarga yang lebih aktif, Novan berharap teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, mengembangkan kreativitas, dan menambah wawasan tanpa mengabaikan keamanan serta tumbuh kembang anak di era digital. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan