MORFEM.ID, SAMARINDA – Komisi I DPRD Kota Samarinda menilai kebutuhan anggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) perlu mendapat perhatian dalam penyusunan APBD 2027.
Penambahan dana dinilai penting agar pengembangan layanan berbasis digital serta infrastruktur teknologi informasi di Kota Tepian dapat terus berjalan optimal.
Dalam usulan anggaran tahun 2027, Diskominfo mengajukan kebutuhan sekitar Rp33 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibanding pagu indikatif yang disiapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebesar Rp25 miliar. Sementara pada tahun anggaran 2026, Diskominfo mengelola anggaran sekitar Rp27 miliar.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno, mengatakan besarnya kebutuhan anggaran sejalan dengan semakin luasnya tanggung jawab Diskominfo dalam mendukung pelayanan publik berbasis teknologi.
“Peran Diskominfo sekarang semakin luas. Tidak hanya mengelola sistem pemerintahan, tetapi juga menyediakan jaringan internet hingga ke kantor-kantor pemerintahan, kelurahan, termasuk fasilitas WiFi gratis yang dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, tambahan anggaran juga dibutuhkan untuk memastikan operasional berbagai fasilitas teknologi informasi tetap berjalan, termasuk pemeliharaan jaringan komunikasi dan kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sejumlah titik di Samarinda.
Suparno turut mengapresiasi langkah Diskominfo yang memanfaatkan sumber daya internal dalam pengembangan berbagai aplikasi pemerintahan.
Menurutnya, strategi tersebut mampu menekan biaya karena tidak sepenuhnya bergantung pada pihak ketiga.
“Ini langkah yang patut diapresiasi. Aplikasi dikembangkan oleh pegawai sendiri sehingga lebih efisien. Salah satunya aplikasi SPMB yang kini juga dimanfaatkan oleh perangkat daerah lainnya,” katanya.
Meski mendukung penambahan anggaran, Suparno mengingatkan agar peningkatan belanja juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, kemampuan para tenaga teknologi informasi, khususnya programmer, harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Selain peningkatan kompetensi, pembaruan perangkat keras maupun perangkat lunak juga dinilai penting untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan keandalan sistem digital yang digunakan Pemerintah Kota Samarinda.
“Pengembangan teknologi tidak cukup hanya membangun infrastruktur. SDM juga harus terus ditingkatkan, begitu pula perangkat pendukungnya, agar layanan digital pemerintah tetap aman, andal, dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” tutup Suparno. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan