MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banyaknya lapak yang belum dimanfaatkan di Pasar Pagi.
Keberadaan kios yang kosong dinilai menghambat upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di salah satu pusat ekonomi terbesar di kota tersebut.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan persoalan lapak yang tidak ditempati pedagang telah menjadi perhatian legislatif. Bahkan, isu tersebut telah dibahas bersama Komisi II DPRD sebagai bahan evaluasi terhadap pengelolaan Pasar Pagi.
“Kami sudah membahas persoalan ini bersama Komisi II. Informasi yang kami terima, masih banyak lapak yang sampai sekarang belum digunakan oleh pemiliknya,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Helmi, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi saat proses pendataan dan pembagian lapak. Saat itu, minat masyarakat untuk mendapatkan tempat usaha sangat tinggi sehingga banyak pihak berlomba mengajukan permohonan.
“Dulu banyak yang ingin mendapatkan lapak. Sekarang justru ada sejumlah kios yang dibiarkan kosong dan tidak dimanfaatkan,” katanya.
Di sisi lain, DPRD menyambut positif rencana Pemkot Samarinda yang ingin meningkatkan daya tarik Pasar Pagi melalui pemanfaatan area rooftop sebagai ruang usaha dan tempat berkumpul bagi kalangan muda.
Selama memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), gagasan tersebut dinilai layak didukung.
“Kalau inovasi itu mampu menghidupkan kembali Pasar Pagi dan berdampak pada peningkatan PAD, tentu kami mendukung,” jelas Helmi.
Meski demikian, ia menegaskan revitalisasi Pasar Pagi tidak akan berjalan maksimal apabila masih banyak lapak yang tidak difungsikan. Karena itu, DPRD meminta pemerintah memberikan batas waktu yang jelas kepada pemegang hak lapak untuk segera membuka usahanya.
Helmi berharap seluruh kios di Pasar Pagi sudah dapat beroperasi dalam waktu dekat sehingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali menggeliat.
“Harapan kami, pemerintah bisa segera mencari solusi agar seluruh lapak dapat beroperasi, sehingga Pasar Pagi benar-benar hidup kembali,” terangnya.
Ia juga menegaskan Pemkot tidak perlu ragu mengambil tindakan terhadap pemilik lapak yang tidak memanfaatkan tempat usahanya. Menurutnya, hak penggunaan lapak dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang benar-benar siap berjualan.
“Kalau ada yang sudah diberi lapak tetapi tidak digunakan, sebaiknya diberikan kepada pedagang lain yang memang membutuhkan dan siap memanfaatkannya,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan