MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota agar memberikan perhatian yang seimbang terhadap pembangunan pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran.
Menurut legislatif, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan kualitas pembelajaran yang setara di seluruh wilayah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pembangunan sektor pendidikan tidak seharusnya hanya terpusat di kawasan perkotaan. Sekolah yang berada di daerah terluar juga memerlukan dukungan fasilitas agar mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal kepada para siswa.
“Seluruh sekolah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Jangan sampai fasilitas pendidikan hanya terfokus di pusat kota, sementara sekolah di wilayah pinggiran masih tertinggal,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Ia menilai masih terdapat sejumlah sekolah yang menggunakan ruang belajar dengan konstruksi kayu. Kondisi tersebut dinilai sudah tidak lagi ideal sehingga perlu digantikan dengan bangunan permanen yang lebih aman, kokoh, dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Ruang kelas yang masih berbahan kayu sudah semestinya menjadi prioritas pembangunan. Setiap anak berhak belajar di lingkungan yang layak dan mendukung proses pendidikan,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Ismail juga menekankan pentingnya pemerataan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, distribusi guru yang kompeten di seluruh sekolah akan membantu mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran.
Ia juga menilai penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik telah memberikan dampak positif terhadap pemerataan jumlah siswa di sekolah-sekolah. Kebijakan tersebut dinilai mampu mengurangi anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang menjadi pilihan utama masyarakat.
“Dengan sistem zonasi, kesempatan setiap sekolah untuk berkembang menjadi lebih terbuka. Masyarakat juga mulai memahami bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh status sekolah favorit,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ismail mengingatkan pentingnya penguatan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran. Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan harus dapat dirasakan oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Ia menambahkan, pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, termasuk buku elektronik, dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses materi pelajaran sekaligus mengikuti perkembangan metode belajar di era teknologi.
“Perkembangan pendidikan saat ini tidak lepas dari teknologi. Karena itu, sekolah-sekolah di wilayah pinggiran juga harus memperoleh dukungan digital agar siswanya memiliki kesempatan belajar yang setara dengan sekolah lain,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan