MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027 masih dapat ditingkatkan dari angka yang diusulkan pemerintah. Potensi penerimaan daerah dinilai cukup besar sehingga target yang lebih tinggi dianggap realistis untuk dicapai.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan Pemerintah Kota Samarinda mengusulkan target PAD sebesar Rp1,2 triliun dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.
Namun, hasil kajian Banggar menunjukkan angka tersebut masih bisa dinaikkan hingga sekitar Rp1,5 triliun.
“Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, target pendapatan yang diajukan pemerintah masih memiliki ruang untuk ditingkatkan karena potensi penerimaan daerah masih cukup besar,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Menurut Rohim, optimisme tersebut didukung oleh tren peningkatan PAD Samarinda dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencontohkan realisasi PAD pada 2025 mencapai sekitar Rp1,138 triliun atau melampaui target yang sebelumnya dipatok sebesar Rp973 miliar.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan masih banyak sumber pendapatan, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah, yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah.
Selain mendorong kenaikan target PAD, Banggar juga mengingatkan agar kebijakan penganggaran disusun selaras dengan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, belanja pemerintah perlu difokuskan pada program yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Alokasi anggaran harus diarahkan pada sektor-sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, peningkatan PAD juga bisa mengikuti perkembangan tersebut,” katanya.
Rohim menambahkan, sinkronisasi antara target pendapatan, kebijakan belanja, serta dokumen perencanaan seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi hal penting agar pelaksanaan pembangunan berjalan efektif.
“Perencanaan harus saling terhubung. Target pendapatan, penggunaan anggaran, dan arah pembangunan harus selaras supaya tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tutupnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan