Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

September Tanpa Banyak Hujan, BMKG: Waspadai Karhutla dan Penurunan Kualitas Udara Samarinda

Avatar super admin
super admin
September 7, 2026
September Tanpa Banyak Hujan, BMKG: Waspadai Karhutla dan Penurunan Kualitas Udara Samarinda

MORFEM.ID, SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Temenggung Pranoto Samarinda memprediksi kondisi cuaca di Kota Samarinda masih akan didominasi musim kemarau sepanjang September 2026.

Observer dan Forecaster BMKG Samarinda, Rahman Abdilah, mengatakan kondisi kemarau saat ini tergolong sangat kering. Pada dasarian ketiga Agustus, atau periode 21-31 Agustus 2026, curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim tercatat sangat rendah, yakni sekitar 0–50 milimeter.

Bahkan, di Samarinda kondisi tanpa hujan telah berlangsung lebih dari 30 hari. Sementara di wilayah lain di Kaltim, periode hari tanpa hujan bahkan mencapai 39 hari, seperti yang terjadi di Batu Engau, Kabupaten Paser.

“Untuk September ini, Samarinda diprediksi masih berada dalam kategori curah hujan sangat rendah, sekitar 0-20 milimeter,” ujar Rahman saat di konfirmasi Morfem.id, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan Agustus. Hampir seluruh wilayah Kaltim juga diprediksi mengalami curah hujan rendah selama September.

Rahman menjelaskan, kondisi kering tersebut salah satunya dipengaruhi fenomena El Nino yang masih memberikan dampak terhadap pola cuaca di Kaltim.

Meski demikian, Rahman menegaskan kondisi tersebut bukan berarti Samarinda tidak akan mengalami hujan sama sekali. Fenomena atmosfer lain, seperti gelombang Kelvin, masih dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan di sejumlah wilayah.

“Bisa saja masih terjadi hujan, tetapi intensitasnya sangat rendah. Biasanya hanya berupa gerimis,” jelasnya.

Hotspot Samarinda Lebih Rendah, tetapi Tetap Berpotensi Karhutla

Di tengah kondisi kemarau panjang, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih perlu diwaspadai.
Rahman menyebut jumlah titik panas atau hotspot di Samarinda sebenarnya lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Kaltim.

Berdasarkan pemantauan hingga 6 September 2026, terdapat sekitar 10-13 hotspot di Samarinda. Sementara itu di Kabupaten Berau, jumlah hotspot tercatat sekitar 203 titik.

Meski jumlahnya lebih sedikit, kondisi cuaca yang kering membuat potensi kebakaran tetap perlu menjadi perhatian.
Dampak karhutla dari wilayah lain juga dapat dirasakan di Samarinda. Asap dari kebakaran di sejumlah daerah dapat terbawa angin hingga masuk ke wilayah kota.

Kabut Asap Turunkan Jarak Pandang

Kondisi kering yang berlangsung cukup lama juga membuat asap dan polusi udara lebih sulit terurai. Tidak adanya hujan menyebabkan partikel asap di udara tidak segera terbersihkan.

Rahman mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi jarak pandang di Samarinda. Dalam beberapa waktu terakhir, jarak pandang tercatat sekitar 6-8 kilometer, lebih rendah dibandingkan kondisi normal yang bisa mencapai 10 kilometer atau lebih.

BMKG juga memantau kualitas udara menggunakan alat pengukur PM2.5. Berdasarkan pemantauan beberapa hari terakhir, kualitas udara Samarinda secara umum masih berada dalam kategori sedang dan trennya cenderung menurun. Namun, pada jam-jam tertentu, kualitas udara dapat masuk kategori tidak sehat.

“Pada jam satu, dua, sampai tiga, itu cenderung berada dalam kategori tidak sehat. Bisa dilihat dari jarak pandang yang semakin menurun dan masyarakat mulai merasakan dampaknya,” kata Rahman.

Asap Diduga Bisa Terbawa Angin dari Wilayah Sekitar

Rahman menjelaskan, pergerakan asap di Samarinda turut dipengaruhi arah angin. Angin di wilayah Samarinda cenderung bertiup dari arah timur hingga tenggara.
Karena itu, asap dari kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar Samarinda berpotensi terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di kota.

Namun, Rahman menegaskan dugaan sumber asap tersebut masih berdasarkan pengamatan dan belum dapat divalidasi sepenuhnya menggunakan data.

“Bisa saja ada kebakaran yang lokasinya dekat Samarinda, misalnya di wilayah Kutai, kemudian terbawa angin dan dampaknya sampai ke Samarinda,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca kering sepanjang September. Terlebih, rendahnya curah hujan dapat meningkatkan risiko karhutla sekaligus membuat asap lebih mudah bertahan di udara.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas udara, terutama ketika jarak pandang menurun dan muncul asap yang semakin pekat. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026
  • Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Oktober 8, 2026
  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (39)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top