MORFEM.ID, SAMARINDA – Produk air minum dalam kemasan milik Perumda Air Minum Samarinda mendapat respons tinggi dari masyarakat. Tingginya permintaan bahkan mulai membuat kapasitas produksi yang tersedia saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pilihan ukuran kemasan.
Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan tingginya permintaan terlihat dari kebutuhan botol yang terus bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, pengelola masih menantikan pasokan ratusan ribu botol tambahan dari luar daerah.
“Permintaannya ternyata sangat tinggi, sampai produksi kita kewalahan. Dalam dua atau tiga hari ke depan mudah-mudahan ada tambahan sekitar 325 ribu botol yang sudah dipesan,” kata Marnabas, Senin (31/8/2026).
Saat ini, air minum kemasan tersebut dipasarkan dalam dua pilihan ukuran, yakni 220 mililiter dan 330 mililiter. Pemerintah Kota Samarinda melihat masih terbuka peluang untuk mengembangkan varian kemasan lain guna menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam.
Menurut Marnabas, produksi kemasan 330 mililiter saat ini sudah berjalan dengan baik. Sementara ukuran 220 mililiter masih dalam tahap penyempurnaan agar proses produksinya dapat berjalan lebih optimal.
Pengembangan juga diarahkan pada kemasan berukuran 600 mililiter serta air minum dalam kemasan gelas.
“Kami ingin kapasitas produksinya ditingkatkan. Ke depan ada rencana menghadirkan ukuran 600 mililiter dan kemasan gelas, karena saat ini baru tersedia 220 dan 330 mililiter,” terangnya.
Kemasan gelas, kata Marnabas, nantinya dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Produk tersebut berpotensi digunakan dalam acara pernikahan, selamatan, hingga kegiatan lainnya yang membutuhkan air minum dalam jumlah banyak.
Ia menilai tingginya respons masyarakat menjadi indikasi bahwa produk air kemasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Namun, peningkatan kapasitas produksi tetap akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan.
“Ini masih tahap uji coba, tetapi respons masyarakat ternyata sangat besar. Kalau pasarnya terus menunjukkan peluang yang bagus, tentu kapasitas produksi akan kami tambah,” tukas Marnabas. (RD)







Tinggalkan Balasan