MORFEM.ID, SAMARINDA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka ruang bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk mengambil bagian secara langsung.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut keterlibatan warga lokal telah diwujudkan, salah satunya melalui komposisi pegawai OIKN yang mencapai 30 persen dari masyarakat setempat.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, mengatakan keberadaan IKN akan membawa banyak orang dari berbagai daerah ke Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut tidak perlu dipandang sebagai ancaman, melainkan menjadi tantangan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, arus kedatangan masyarakat dari luar daerah ke kawasan IKN merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pilihan yang paling tepat bagi generasi muda Kaltim adalah mempersiapkan diri agar mampu mengambil kesempatan yang tersedia.
“Orang yang datang ke sini tidak mungkin kita larang. Kalau anak-anak lokal tidak ingin hanya melihat dari luar, maka harus menyiapkan kemampuan dan terus berlatih,” ujar Alimuddin belum lama ini.
Ia menuturkan, pemerintah telah menyediakan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam ekosistem pembangunan IKN. Salah satu gambaran keterlibatan tersebut terlihat dari jumlah pegawai OIKN yang berasal dari masyarakat lokal.
“Dari pegawai yang ada di Otorita, sekitar 30 persen berasal dari masyarakat lokal. Itu menunjukkan bahwa ruang bagi masyarakat daerah memang ada,” katanya.
Alimuddin menegaskan, keberadaan kuota maupun kesempatan tersebut tetap harus diikuti kemampuan yang memadai. Menurutnya, persaingan di kawasan IKN akan semakin terbuka sehingga masyarakat lokal perlu memiliki kompetensi agar tidak kehilangan peluang.
Ia menggambarkan kondisi tersebut layaknya sebuah pertandingan. Seseorang tidak akan menjadi bagian dari permainan apabila hanya berada di luar lapangan dan menyaksikan orang lain bertanding.
“Kalau ingin menjadi pemain, tentu harus masuk lapangan dan berlatih. Jangan hanya berdiri di tribun melihat orang lain bermain,” tegasnya.
Karena itu, Alimuddin meminta generasi muda Kaltim menjadikan perkembangan IKN sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri. Penguasaan keterampilan, pendidikan, pengalaman, serta kemampuan beradaptasi dinilai akan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan IKN tidak semata-mata berbicara mengenai lapangan pekerjaan. Peran daerah juga dibutuhkan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
OIKN, kata dia, telah membangun jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk universitas yang berada di Kalimantan Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat kampus lokal ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan riset di IKN.
“Universitas lokal harus ikut dilibatkan. Ketika ada perguruan tinggi dari luar yang melakukan riset di IKN, kampus-kampus di daerah juga harus mendapat ruang untuk terlibat,” terang Alimuddin.
Keterlibatan tersebut diharapkan memperluas manfaat pembangunan IKN bagi masyarakat Kaltim. Dengan kesiapan sumber daya manusia dan keterlibatan berbagai institusi lokal, masyarakat daerah diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mampu menjadi bagian dari perkembangan ibu kota baru. (RD)







Tinggalkan Balasan