MORFEM.ID, SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda melakukan pengurangan jam operasional sementara pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulau Atas, IPA Palaran, dan IPA Kalhol, Rabu (26/8/2026).
Kebijakan tersebut dilakukan menyusul kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino serta meningkatnya kadar salinitas pada sumber air baku.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, mengatakan peningkatan kadar salinitas terjadi akibat intrusi air laut yang masuk ke sumber air baku. Kondisi tersebut berdampak terhadap proses produksi sekaligus distribusi air bersih kepada pelanggan.
“Untuk sementara dilakukan pengurangan jam operasional di IPA Pulau Atas, IPA Palaran, dan IPA Kalhol karena kondisi sumber air baku mengalami peningkatan kadar salinitas akibat intrusi air laut,” kata Taufik.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat waktu produksi dan distribusi air kepada pelanggan harus disesuaikan. Pengurangan jam operasional dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan proses pengolahan dengan kondisi air baku yang tersedia.
Adapun wilayah pelayanan IPA Pulau Atas yang berpotensi terdampak meliputi Kelurahan Pulau Atas, Jalan Telkom, Jalan Olah Bebaya, Jalan Menang, Jalan Sekolahan, Jalan Tatako, Jalan Masaji, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda-Anggana, Jalan Marga Bakti, Jalan Tri Darma, Perum Cipta Persada, Jalan Provinsi, Jalan Kenangan dan sekitarnya.
Sementara wilayah pelayanan IPA Palaran meliputi Kelurahan Palaran, Jalan H.B. Suwarno, Jalan S. Parman, Jalan Parikesit 1 dan 2, Jalan Pelabuhan Lama, Jalan Cempaka, Jalan Melati, Jalan Kenanga, Jalan Ampera, Jalan Bromo, Jalan Nusa Indah, Jalan Jayakarta, Jalan Karya Bakti, Pelabuhan Samudera, Terminal Peti Kemas, Kelurahan Bukuan dan sekitarnya serta Kelurahan Bantuas dan sekitarnya.
Untuk IPA Kalhol, wilayah pelayanan yang berpotensi terdampak mencakup Kelurahan Palaran dan sekitarnya, Kelurahan Simpang Pasir dan sekitarnya, sebagian Jalan H.M. Rifaddin, kawasan Stadion Palaran, sebagian Jalan Adi Sucipto serta Kelurahan Handil Bakti dan sekitarnya.
Taufik mengimbau pelanggan yang saat ini aliran airnya masih berjalan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung air sebagai persediaan. Pelanggan juga diminta menghemat penggunaan air selama kondisi tersebut berlangsung.
“Pelanggan di wilayah terdampak yang masih mendapatkan aliran air kami imbau untuk menampung air terlebih dahulu dan menghemat penggunaan air,” ujarnya.
Perumda Tirta Kencana juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat adanya pengurangan jam operasional tersebut.
Pelanggan di wilayah terdampak diharapkan dapat memahami kondisi sumber air baku yang mengalami peningkatan salinitas. Pengurangan jam operasional dilakukan sementara dengan menyesuaikan kondisi yang terjadi di lapangan. (RD)







Tinggalkan Balasan