Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

DPRD Samarinda Ingatkan Pembatasan Biosolar Jangan Pangkas Penghasilan Sopir Truk

Avatar super admin
super admin
Agustus 26, 2026
DPRD Samarinda Ingatkan Pembatasan Biosolar Jangan Pangkas Penghasilan Sopir Truk

MORFEM.ID, SAMARINDA – Rencana pembatasan kuota kupon Biosolar bersubsidi mulai 1 September 2026 mendapat perhatian DPRD Samarinda. Kebijakan tersebut dinilai perlu dirancang dengan mempertimbangkan aktivitas sopir truk yang bergantung pada kendaraan sebagai sumber penghasilan.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata, mengatakan pengaturan distribusi Biosolar memang diperlukan agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Namun, mekanisme yang diterapkan jangan sampai membuat sopir kehilangan waktu kerja terlalu banyak.

Menurutnya, waktu menjadi bagian penting dalam aktivitas angkutan barang. Semakin lama sopir berada dalam antrean atau mengurus kupon BBM, semakin berkurang pula waktu yang dapat digunakan untuk bekerja.

“Penertiban distribusi subsidi itu penting, tetapi jangan sampai pelaksanaannya membuat penghasilan sopir ikut berkurang,” ujar Aris, Rabu (26/8/2026).

Ia meminta pemerintah melakukan komunikasi dengan para sopir dan pelaku usaha angkutan sebelum skema baru diterapkan. Masukan dari pengguna langsung dinilai penting untuk memastikan aturan yang dibuat dapat diterapkan tanpa mengganggu aktivitas pengangkutan.

Aris menilai sistem antrean dan pembagian kupon menjadi salah satu hal yang harus diperjelas. Mekanisme yang sederhana dan teratur diperlukan agar sopir dapat memperkirakan waktu pengisian BBM.

“Kalau jadwal dan mekanismenya jelas, sopir bisa mengatur waktu kerja. Jangan sampai waktu mereka habis hanya karena menunggu giliran mendapatkan Biosolar,” katanya.

Menurutnya, pengaturan waktu pengisian juga berpotensi mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar SPBU. Sopir dapat datang sesuai jadwal yang ditentukan sehingga tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan evaluasi setelah kebijakan berjalan. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah pembatasan kuota benar-benar membuat penyaluran Biosolar lebih tertib sekaligus melihat dampaknya terhadap kegiatan ekonomi para pengguna.

Aris mengatakan keberhasilan kebijakan tidak cukup diukur dari tertibnya distribusi atau berkurangnya antrean di SPBU. Dampak terhadap sopir dan pelaku usaha angkutan juga harus menjadi indikator yang diperhatikan.

“Yang perlu dijaga adalah keseimbangannya. Penyaluran subsidi harus tepat, tetapi pekerjaan dan pendapatan masyarakat yang menggunakan Biosolar juga jangan sampai terganggu,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat menemukan pola pembatasan yang tidak menyulitkan kelompok masyarakat yang memang membutuhkan Biosolar untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Dengan mekanisme yang jelas, terukur, dan terus dievaluasi, kebijakan pembatasan kuota diharapkan mampu memperbaiki penyaluran BBM bersubsidi tanpa menambah beban bagi sopir truk maupun pelaku usaha angkutan di Samarinda. (RD/Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026
  • Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Joha Fajal Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian di Tengah Ekspansi Permukiman

    Oktober 8, 2026
  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (39)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Dapat Insentif Rp5 Miliar dari Kemendagri, Samarinda Siapkan Penanganan 250 RTLH

    Oktober 8, 2026
  • Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Sri Puji Astuti Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Ikut Program KB Gratis

    Oktober 8, 2026
  • DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    DPRD Samarinda Dorong Tol Bontang-Kukar untuk Buka Akses Ekonomi Baru

    Oktober 8, 2026

Categories

  • Advertorial (214)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (82)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (72)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top