MORFEM.ID, SAMARINDA – Temuan 12 pelajar SMP di Samarinda Seberang yang terindikasi positif narkoba menjadi perhatian serius DPRD Samarinda. Sekolah dinilai perlu memperkuat sistem pengawasan sekaligus meningkatkan edukasi agar pelajar tidak mudah terpapar penyalahgunaan narkoba.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan persoalan tersebut harus ditindaklanjuti melalui langkah pembinaan yang terarah. Menurutnya, sekolah perlu memiliki prosedur yang jelas ketika menemukan siswa yang diduga terlibat atau terpapar narkoba.
Ia menilai penanganan tidak cukup dilakukan dengan memberikan teguran kepada siswa. Pendekatan yang melibatkan orang tua dan memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba juga perlu menjadi bagian dari proses pembinaan.
“Ketika ada indikasi seperti ini, jangan berhenti pada teguran. Anak perlu diajak bicara, orang tuanya dipanggil, kemudian diberikan pemahaman dan edukasi,” ujar Sri Puji, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, temuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengevaluasi pola pengawasan terhadap peserta didik. Guru maupun kepala sekolah harus memiliki pemahaman mengenai langkah yang tepat ketika menghadapi siswa yang diduga terpapar narkoba.
Sri Puji mengatakan pencegahan seharusnya dilakukan sejak dini dan menjadi bagian dari aktivitas pendidikan sehari-hari. Sekolah, kata dia, memiliki posisi strategis karena menjadi tempat siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di luar keluarga.
Karena itu, upaya membentengi pelajar dari narkoba tidak boleh hanya dilakukan ketika sudah muncul kasus. Edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia dan kondisi siswa.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan Samarinda ikut mengambil peran dalam memperkuat kemampuan sekolah menjalankan program pencegahan. Dukungan berupa pendampingan, edukasi, serta penyusunan mekanisme penanganan dinilai penting agar sekolah memiliki pedoman yang jelas.
“Penguatan pencegahan itu harus masuk dalam proses pendidikan. Jadi bukan hanya ketika ada kasus, tetapi sudah menjadi bagian dari pembinaan di sekolah,” tegasnya.
Sri Puji menambahkan, penanganan terhadap pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba juga perlu dilakukan secara hati-hati. Pendekatan pembinaan dan pendampingan harus dikedepankan agar siswa tetap mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan melanjutkan pendidikan.
Ia berharap temuan tersebut tidak berhenti sebagai kasus yang ditangani sesaat. DPRD Samarinda mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar sekolah, keluarga, pemerintah dan lembaga terkait dapat membangun sistem pencegahan yang lebih kuat.
“Sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik. Lingkungan pendidikan juga harus mampu menjadi tempat yang aman dan melindungi anak-anak dari pengaruh narkoba,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan