MORFEM.ID, SAMARINDA – Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda memperoleh informasi dan berkomunikasi. Kondisi tersebut dinilai perlu direspons lembaga pemerintahan dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan Generasi Z.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, mengatakan media sosial kini menjadi salah satu kanal utama yang digunakan anak muda untuk mendapatkan informasi. Karena itu, pola komunikasi dengan generasi tersebut perlu menyesuaikan kebiasaan mereka di ruang digital.
Menurutnya, penyampaian informasi melalui platform yang biasa digunakan generasi muda dapat membuat pesan lebih mudah diterima sekaligus membuka peluang terjadinya komunikasi dua arah.
“Sekarang Gen Z lebih banyak mencari dan menerima informasi melalui media sosial. Jadi kita juga perlu hadir di platform yang memang mereka gunakan,” ujar Suparno, Sabtu (22/8/2026)
Ia mengakui penggunaan media sosial secara aktif membutuhkan kemampuan dan strategi tersendiri. Bagi generasi yang tidak tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, mengikuti perubahan tren dan pola komunikasi di media sosial bukan hal yang selalu mudah.
Karena itu, Suparno menilai keberadaan tim yang memahami pengelolaan media sosial menjadi penting. Tim tersebut dapat membantu menyusun materi sekaligus menentukan cara penyampaian yang sesuai dengan karakter pengguna platform digital.
“Bagi generasi kami, mengikuti perkembangan media sosial memang tidak selalu mudah. Tetapi komunikasi tetap harus berjalan dan ada tim yang membantu mengelola serta menyampaikan informasi melalui platform tersebut,” katanya.
Suparno menilai media sosial seharusnya tidak diposisikan hanya sebagai tempat mengunggah informasi. Platform digital dapat dikembangkan menjadi sarana untuk mendengar aspirasi, membangun dialog, serta mendekatkan lembaga dengan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan melalui media sosial juga dapat menjadi salah satu cara meningkatkan keterlibatan anak muda dalam berbagai isu dan kegiatan pembangunan di Kota Samarinda.
Ia berharap perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak dan produktif. Pemanfaatan ruang digital yang tepat dinilai dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, lembaga publik dan generasi muda.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang positif. Dengan begitu, anak muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bisa ikut berkontribusi dalam perkembangan Samarinda,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan