MORFEM.ID, SAMARINDA – Kemarau panjang yang membuat debit sungai di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menurun mulai berdampak pada kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengirimkan bantuan pangan dan LPG untuk menjaga ketersediaan pasokan di wilayah pedalaman.
Bantuan itu diberangkatkan dari Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/8/2026). Pelepasan dilakukan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, serta Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel.
Pengiriman diprioritaskan bagi warga di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Kedua wilayah tersebut menghadapi hambatan distribusi karena kondisi sungai yang mengalami penyusutan akibat kemarau berkepanjangan.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan pemerintah harus memastikan masyarakat yang berada di wilayah pedalaman tetap mendapatkan kebutuhan dasar meski kondisi alam menghambat jalur distribusi.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ini juga menjadi bentuk kolaborasi Pemprov Kaltim dengan seluruh pihak dalam menangani persoalan yang terjadi di Mahakam Ulu,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, ketergantungan terhadap transportasi sungai menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan konektivitas darat agar akses menuju wilayah pedalaman tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sungai.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada jalur sungai. Akses darat harus terus didorong agar bisa menjangkau wilayah seperti Long Pahangai dan Long Apari,” katanya.
Rudy menilai pembangunan akses darat menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi pangan dan kebutuhan lainnya diharapkan tetap berjalan ketika jalur sungai menghadapi kendala.
Ia pun meminta dukungan DPRD Kaltim untuk memperkuat program pembukaan dan peningkatan akses darat menuju wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.
Di sisi lain, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad menjelaskan, pengiriman bantuan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya pasokan dan meningkatnya harga kebutuhan pokok selama kemarau.
Pemprov Kaltim menggandeng PT Pertamina dalam pendistribusian pangan dan energi ke Mahakam Ulu. Bantuan tersebut terdiri dari 330 sak Beras Premium Kita ukuran 5 kilogram, 600 buah Minyakita 2 liter, 1.200 buah gula Rose Brand 1 kilogram, 720 tabung LPG 3 kilogram, serta 200 tabung Bright Gas 12 kilogram.
Selain bantuan tersebut, pemerintah turut mengirimkan 2.400 sak beras ukuran 5 kilogram yang berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah.
“Bantuan ini ditujukan terutama untuk masyarakat di Long Apari dan Long Pahangai. Kami berharap pasokan yang dikirim dapat membantu memenuhi kebutuhan warga Mahakam Ulu di tengah kondisi distribusi yang terganggu,” ungkap Ujang.
Menurutnya, bantuan pangan dan energi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak gangguan distribusi akibat kondisi alam.
Pemprov Kaltim memastikan penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, termasuk menjaga pasokan pangan dan energi bagi masyarakat pedalaman selama kemarau panjang berlangsung. (RD)







Tinggalkan Balasan