MORFEM.ID, SAMARINDA – Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan hukuman disiplin terhadap pemain futsal Fredik Dale tetap berjalan dan tidak akan dicabut.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya pembinaan sekaligus penegasan terhadap pentingnya sportivitas dalam pertandingan.
Ketua AFI Kaltim, Adnan Faridhan, menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk membatalkan sanksi yang telah diberikan kepada Fredik Dale.
Menurut Adnan, hukuman tersebut bukan hanya ditujukan kepada pemain yang bersangkutan, tetapi juga menjadi peringatan bagi seluruh pemain yang mengikuti kompetisi futsal di Kaltim agar tidak melakukan tindakan yang mencederai nilai sportivitas.
“Ya, tetap kita sanksi dengan tegas supaya memberikan efek jera kepada semua pemain profesional maupun amatir yang berlaga di kompetisi yang ada di wilayah Kaltim untuk menjaga sportivitasnya. Itu kenapa kita tidak akan mencabut sanksi tersebut,” ujar Adnan, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan, sikap tegas AFI Kaltim diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pemain lain untuk lebih mampu mengendalikan perilaku, tidak hanya ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga di luar lapangan.
Adnan menekankan bahwa setiap pemain wajib menghormati lawan dan menjaga sikap selama berkompetisi. Menurutnya, provokasi, intimidasi, aksi anarkis, maupun kekerasan fisik tidak dapat dibenarkan dalam pertandingan futsal.
“Bagaimana dia bersikap terhadap pemain lain, harus respek, harus menjaga sportivitas, jangan memprovokasi, jangan melakukan tindakan-tindakan anarkis atau brutal, atau mengintimidasi pemain lain,” tegasnya.
AFI Kaltim juga memastikan sanksi tersebut berlaku pada seluruh kompetisi yang berada di bawah kewenangan organisasi futsal di tingkat provinsi.
Karena itu, Adnan mengimbau seluruh klub futsal di Kaltim untuk tidak menurunkan Fredik Dale apabila mengikuti turnamen atau pertandingan yang berada dalam lingkup AFI Kaltim selama masa hukuman masih berlangsung.
“Selama itu masih ruang lingkup Kaltim, kita mengimbau untuk semua klub yang ada di Kaltim untuk tidak mengikutsertakan pemain tersebut ke dalam timnya apabila ingin berlaga di wilayah Kaltim yang ada di bawah Asosiasi Futsal Kaltim,” katanya.
Sebelumnya, Fredik Dale dijatuhi sanksi melalui Surat Keputusan Sanksi Disiplin Nomor 267/AFI-KALTIM/VI/2026. Dalam keputusan tersebut, ia dilarang mengikuti maupun bermain dalam kompetisi dan pertandingan futsal di wilayah Kaltim hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sanksi tersebut mulai diberlakukan pada 10 Agustus 2026. Selama hukuman berlangsung, Fredik Dale juga tidak diperbolehkan didaftarkan ataupun dimainkan dalam pertandingan yang berada di bawah kewenangan asosiasi futsal di Kaltim. (RD)







Tinggalkan Balasan