Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

Avatar super admin
super admin
Juni 17, 2026
Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

MORFEM.ID, SAMARINDA – Peningkatan temuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Samarinda dinilai menjadi perkembangan baik dalam upaya memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

Namun, naiknya jumlah kasus yang terdeteksi juga membuat pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan obat tetap aman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismed Kusasih menyampaikan, tingginya angka penemuan penderita TBC menunjukkan proses deteksi dan pelacakan berjalan semakin optimal.

Menurut dia, semakin banyak pasien yang ditemukan sejak awal, maka penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan di lingkungan sekitar bisa ditekan.

Ia mengungkapkan, capaian penemuan kasus TBC di Samarinda saat ini telah melewati angka 70 persen. Capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang masih lebih rendah.

“Penemuan penderita TBC di Samarinda sudah di atas 70 persen. Angka nasional masih di bawah itu. Semakin cepat kita menemukan, semakin cepat kita obati,” ungkap Ismed belum lama ini.

Di balik capaian tersebut, Dinkes Samarinda kini mulai memperhatikan kesiapan kebutuhan obat bagi penderita TBC. Sebab, selama ini penyediaan obat masih mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat.

Ismed mengatakan, masih perlu ada kepastian mengenai skema penyediaan obat ke depan, apakah tetap melalui pemerintah pusat atau akan menjadi bagian dari tanggung jawab daerah.

“Apakah nanti tetap disubsidi pusat atau menjadi tanggung jawab daerah, itu yang masih perlu dipastikan,” katanya.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Samarinda bersama DPRD juga sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penanganan TBC dan HIV.

Aturan tersebut nantinya diharapkan mampu memperkuat dasar hukum dalam upaya pencegahan, pencarian kasus, hingga pemberian layanan bagi pasien.

Sementara itu, dukungan pelayanan juga dilakukan RSUD Inche Abdoel Moeis dengan menambah kapasitas tempat tidur khusus untuk pasien TBC dan HIV. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan agar pelayanan terhadap pasien dapat lebih maksimal.

Ismed menilai persoalan utama dalam pengendalian TBC bukan hanya soal pengobatan, melainkan bagaimana menemukan penderita yang belum terdeteksi.

“Karena itu, strategi pelacakan aktif terus diperkuat agar lebih banyak penderita dapat teridentifikasi dan segera menjalani terapi,” jelasnya.

Hingga pertengahan 2026, pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) TBC di Samarinda tercatat sebanyak 6.657 kasus atau sekitar 33,4 persen dari target yang telah ditentukan.

Untuk mengejar target tersebut, Dinkes Samarinda terus memperluas pemeriksaan terhadap kelompok berisiko. Pemeriksaan dilakukan kepada orang dengan HIV (ODHIV), penderita diabetes, pekerja, warga binaan pemasyarakatan, lansia, serta masyarakat umum.

Upaya penemuan kasus juga diperkuat melalui Active Case Finding (ACF), dengan melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga pengembangan Kampung TBC di berbagai lingkungan.

Kasus yang ditemukan kemudian diarahkan masuk dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Proses pencatatan dilakukan melalui pendekatan Public Private Mix (PPM) dengan melibatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta agar penanganan TBC berjalan terpadu. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • RS Bhakti Nugraha Tutup, Sri Puji: Peluang Kerja Nakes Masih Terbuka Lebar

    RS Bhakti Nugraha Tutup, Sri Puji: Peluang Kerja Nakes Masih Terbuka Lebar

    Juni 17, 2026
  • Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

    Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

    Juni 17, 2026
  • Bukit Viral dan Sungai Menjanjikan, DPRD Minta Wisata Samarinda Jadi Mesin PAD

    Bukit Viral dan Sungai Menjanjikan, DPRD Minta Wisata Samarinda Jadi Mesin PAD

    Juni 17, 2026
  • Modus Peredaran Narkoba Berkedok Stiker ‘Sedot WC’ Dibongkar Polisi

    Modus Peredaran Narkoba Berkedok Stiker ‘Sedot WC’ Dibongkar Polisi

    Juni 17, 2026
  • Jangan Cuma Kritik, Sri Puji Minta Mahasiswa Ikut Kawal Kebijakan untuk Rakyat

    Jangan Cuma Kritik, Sri Puji Minta Mahasiswa Ikut Kawal Kebijakan untuk Rakyat

    Juni 17, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (73)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Kaltim (1)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (22)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (128)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (106)

Archives

  • Juni 2026 (106)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • RS Bhakti Nugraha Tutup, Sri Puji: Peluang Kerja Nakes Masih Terbuka Lebar

    RS Bhakti Nugraha Tutup, Sri Puji: Peluang Kerja Nakes Masih Terbuka Lebar

    Juni 17, 2026
  • Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

    Temuan TBC Samarinda Melonjak, Dinkes Mulai Siaga Amankan Pasokan Obat

    Juni 17, 2026
  • Bukit Viral dan Sungai Menjanjikan, DPRD Minta Wisata Samarinda Jadi Mesin PAD

    Bukit Viral dan Sungai Menjanjikan, DPRD Minta Wisata Samarinda Jadi Mesin PAD

    Juni 17, 2026

Categories

  • Advertorial (73)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (7)
  • DPRD Kaltim (1)
  • DPRD Samarinda (1)
  • Ekonomi (3)
  • Hukum (5)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (22)
  • Lingkungan (1)
  • Nasional (128)
  • Olahraga (3)
  • Opini (1)
  • Politik (4)
  • Samarinda (106)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top