MORFEM.ID, SAMARINDA – Perselisihan antara wartawan Busam.id dan sekuriti Pasar Pagi Samarinda terkait ucapan “media busuk” berakhir dengan mediasi di Ruang Rapat TWAP Samarinda, Rabu (12/8/2026).
Mediasi dihadiri Pemimpin Redaksi Busam.id Tri Wahyuni, Redaktur Pelaksana Busam.id Muhammad Khaidir, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Nurrahmani, manajer pihak sekuriti Pasar Pagi, serta sekuriti yang terlibat dalam kejadian tersebut, Panji Asmoro.
Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Redaksi Busam.id, Tri Wahyuni, menyampaikan keberatan atas ucapan yang dilontarkan oleh sekuriti kepada wartawan Busam.id saat melakukan siaran langsung di Pasar Pagi.
Ia menilai ucapan tersebut tidak semestinya disampaikan kepada insan pers, terlebih Busam.id merupakan media yang telah terverifikasi Dewan Pers.
“Kami sangat memahami teman-teman yang bekerja di lapangan. Tetapi setelah melihat video, memang ada bahasa yang menurut kami agak keterlaluan untuk insan pers,” ujarnya.
Menurutnya, Busam.id selama ini berupaya menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan data dan fakta. Ia juga menegaskan, keberadaan media tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi memiliki fungsi sosial dan kontrol terhadap pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat sebagai miskomunikasi antara pihak media dan sekuriti di lapangan.
Nurrahmani menjelaskan, Pasar Pagi merupakan ruang publik yang di dalamnya terdapat pedagang, pengunjung, serta berbagai aktivitas lainnya. Karena itu, komunikasi antara pihak yang datang ke pasar dengan pengelola maupun petugas keamanan dinilai penting.
“Apapun kondisinya, kita tetap harus menjaga etika. Jadi memang harus kita luruskan bersama dan saling membuka diri agar ke depan menjadi lebih baik,” kata Nurrahmani.
Ia juga meminta agar perbedaan pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP) tidak berkembang menjadi persoalan baru. Menurutnya, setiap pihak perlu memahami tugas dan kewenangan masing-masing agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Dalam mediasi tersebut, wartawan Busam.id, Ratu, turut menjelaskan kronologi kejadian.
Ratu mengatakan, kedatangannya ke Pasar Pagi dilakukan untuk melakukan siaran langsung sekaligus mempromosikan kondisi pasar agar kembali ramai dikunjungi masyarakat.
Saat berada di lantai empat area penjual emas, ia didatangi seorang sekuriti yang menanyakan aktivitasnya. Ratu kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang melakukan siaran langsung melalui TikTok.
Namun, sekuriti meminta Ratu untuk meminta izin kepada pengelola pasar. Persoalan kemudian memanas setelah sejumlah petugas keamanan lainnya datang ke lokasi.
Ratu mengaku telah berulang kali menjelaskan bahwa dirinya merupakan wartawan dan kedatangannya bertujuan untuk mempromosikan Pasar Pagi, bukan mencari persoalan atau membuat pemberitaan negatif.
Situasi semakin memanas setelah salah satu sekuriti menyebut Busam.id sebagai “media busuk”. Ucapan tersebut membuat Ratu tersulut emosi karena menyangkut institusi media tempatnya bekerja.
Ratu kemudian diminta turun dari area pasar oleh petugas keamanan untuk mencegah situasi semakin memanas. Setelah sampai di area parkir, ia kembali bertemu dengan pihak terkait dan sempat membicarakan persoalan tersebut.
Dalam mediasi, Panji Asmoro selaku sekuriti yang mengucapkan perkataan tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya atas nama pribadi meminta maaf atas kekhilafan saya, ucapan kata-kata tidak pantas pada media Busam.id. Itu saya ungkapkan dan luapkan karena emosi,” kata Panji.
Panji menegaskan, ucapan tersebut tidak ditujukan kepada institusi Busam.id, melainkan keluar saat dirinya terbawa emosi. Ia berjanji menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran dan tidak mengulangi perbuatannya.
“Ke depan saya tidak akan mengulangi lagi. Saya akan lebih menjauhkan diri dan lebih sabar agar bisa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Mediasi tersebut kemudian menjadi momentum bagi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik dan memperbaiki komunikasi antara insan pers dengan petugas keamanan di Pasar Pagi. (RD)







Tinggalkan Balasan