MORFEM.ID, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda terus menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak intrusi air laut. Kondisi tersebut membuat beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana tidak dapat memproduksi air bersih secara normal.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sejak sejumlah IPA mulai terdampak intrusi air laut. Beberapa di antaranya IPA Pulau Atas, Selili, Palaran, Kalhol, dan Bantuas.
“Sejak beberapa IPA terdampak, kami mulai mendistribusikan air bersih ke tempat-tempat umum, bukan ke tempat pribadi,” kata Suwarso, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, distribusi diprioritaskan untuk fasilitas yang digunakan masyarakat, seperti tempat ibadah maupun lokasi yang memiliki tandon dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum.
Hingga Jumat (11/9/2026), BPBD mencatat sudah ada sekitar 100 titik yang mendapatkan suplai air bersih. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meluasnya dampak intrusi air laut.
Suwarso menyebut, kondisi terbaru menunjukkan intrusi air laut mulai berdampak hingga IPA Gunung Lipan. Dengan kondisi tersebut, wilayah yang membutuhkan suplai air bersih juga akan semakin luas, termasuk Kecamatan Samarinda Seberang dan sebagian wilayah Sambutan.
“Informasi hari ini, intrusi air laut sudah sampai ke IPA Gunung Lipan. Artinya, kami harus mulai menyuplai lagi ke kecamatan-kecamatan seperti Samarinda Seberang dan daerah Sambutan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 475.100 liter air bersih telah disalurkan ke masyarakat melalui sekitar 100 titik distribusi.
Distribusi tersebut dilakukan menggunakan sekitar 17 unit mobil tangki yang berasal dari sejumlah instansi. Armada terbanyak berasal dari Perumda Tirta Kencana sebanyak tujuh unit.
Selain itu, bantuan armada juga datang dari TNI, Balai Wilayah Sungai, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta BPBD Kota Samarinda.
Rinciannya, tujuh unit mobil tangki dari Perumda Tirta Kencana, empat unit dari Balai Wilayah Sungai, dua unit dari Damkar, dan dua unit dari BPBD. Seluruh armada tersebut dikerahkan untuk mempercepat pendistribusian air bersih ke wilayah yang terdampak. (RD)







Tinggalkan Balasan