MORFEM.ID, SAMARINDA – Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, belum membuka pembahasan terkait figur yang akan menjadi calon pendampingnya apabila dirinya mendapat mandat maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2031.
Helmi mengatakan, pembicaraan mengenai pasangan calon masih terlalu jauh untuk dilakukan. Saat ini, Gerindra Samarinda masih memprioritaskan konsolidasi internal sekaligus memperkuat kerja politik di tengah masyarakat.
“Belum sampai ke sana. Sekarang kita kerja dulu,” ujar Helmi saat di konfirmasi Morfem.id, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, penentuan kandidat kepala daerah maupun pasangan yang akan diusung merupakan bagian dari mekanisme internal masing-masing partai politik. Karena itu, menurutnya, belum ada keputusan mengenai siapa yang nantinya akan dipasangkan dalam Pilwali Samarinda.
Helmi menyebut, keinginan partai untuk mengajukan kader sendiri sebagai calon kepala daerah merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam dinamika politik. Namun, keputusan akhirnya tetap akan mengikuti proses dan kebijakan masing-masing partai.
“Hampir semua partai tentu punya keinginan kadernya maju sebagai calon utama. Tapi semuanya kembali pada mekanisme dan keputusan internal partai,” katanya.
Di internal Gerindra Samarinda, nama Helmi Abdullah sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari struktur partai di daerah untuk dipersiapkan menghadapi Pilwali 2031.
Meski demikian, Helmi menegaskan masih banyak tahapan yang perlu disiapkan sebelum pembicaraan mengenai pasangan calon dilakukan. Salah satu fokusnya adalah memperkuat struktur organisasi dan mesin politik Gerindra hingga tingkat anak ranting.
Selain menghadapi agenda politik daerah, Gerindra Samarinda juga mulai mempersiapkan diri menghadapi proses verifikasi partai politik pada 2027. Penguatan serta pemenuhan struktur organisasi di tingkat bawah menjadi bagian dari persiapan tersebut.
Di tengah persiapan itu, komunikasi dengan sejumlah partai politik lain tetap berjalan. Helmi menyebut komunikasi tersebut diperlukan karena konfigurasi politik menuju Pilwali Samarinda 2031 masih dapat berubah.
“Kita tetap membangun komunikasi dengan partai-partai lain. Peta politiknya kan masih sangat dinamis,” jelasnya.
Menurut Helmi, tidak semua partai politik nantinya akan memilih mengusung kader sendiri. Kondisi itu membuat peluang kerja sama dan pembentukan koalisi masih terbuka lebar.
“Makanya kita jalani secara dinamis. Hari ini komunikasi dengan semua partai tetap kita lakukan,” bebernya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai calon wakil wali kota maupun komposisi koalisi kemungkinan akan berkembang setelah proses politik berjalan lebih jauh.
Untuk sementara, Helmi memilih memusatkan perhatian pada konsolidasi partai dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Intinya nanti kita komunikasi dengan semua partai dan menjaga komunikasi itu tetap baik,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan