MORFEM.ID, SAMARINDA – Kesiapan sarana pertandingan menjadi salah satu hal yang terus dipantau Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
KONI Kaltim memastikan seluruh pertandingan tidak harus terpusat di wilayah tuan rumah. Jika terdapat cabang olahraga (cabor) yang belum didukung venue sesuai standar, daerah lain dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyangga.
Sekretaris Jenderal KONI Kaltim, Abdul Muis, mengatakan opsi tersebut disiapkan agar keterbatasan fasilitas di Paser tidak menghambat pelaksanaan pertandingan.
“Kalau ada cabor yang venue-nya belum siap di daerah tuan rumah, kita bisa menggunakan fasilitas di kabupaten atau kota lain sebagai daerah penyangga,” ujar Muis belum lama ini.
Menurut dia, penggunaan venue penyangga menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan tanpa memaksakan pemerintah daerah menyediakan seluruh fasilitas olahraga dalam waktu singkat.
Skema tersebut juga dinilai lebih realistis apabila terdapat cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus dan belum tersedia di Paser.
Selain venue, KONI Kaltim masih melakukan pembahasan mengenai jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Porprov VIII.
Hingga kini, KONI masih mempertahankan usulan sebanyak 64 cabor. Namun, muncul opsi pengurangan menjadi sekitar 50 cabor menyusul keterbatasan anggaran penyelenggaraan.
Muis mengatakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang berada di kisaran Rp20 miliar belum mencukupi kebutuhan penyelenggaraan yang diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara harus mencari sejumlah pos yang dapat diefisienkan tanpa mengurangi semangat kompetisi olahraga daerah.
Menurut Muis, efisiensi tidak harus dilakukan dengan menghapus cabang olahraga. Penyesuaian dapat dilakukan pada jumlah nomor pertandingan sehingga sebagian anggaran bisa dialihkan untuk mempertahankan lebih banyak cabor.
“Kita lihat bagian mana yang masih bisa dirasionalisasi. Kalau ada nomor pertandingan yang bisa disesuaikan, hasil penghematannya dapat dialihkan untuk mempertahankan cabor lainnya,” jelasnya.
Ia menilai keputusan tersebut perlu mempertimbangkan proses yang sudah dilalui para atlet. Sejumlah atlet sebelumnya telah mengikuti babak kualifikasi dan berharap dapat tampil pada pertandingan utama Porprov.
Karena itu, KONI Kaltim tidak ingin keputusan pengurangan cabor dilakukan tanpa mempertimbangkan kepentingan atlet yang telah menjalani proses kualifikasi.
“Kita juga harus menghargai atlet dan tim yang sudah mengikuti babak kualifikasi. Mereka tentu berharap bisa melanjutkan perjuangan di Porprov,” pungkas Muis.
KONI Kaltim menyebut keputusan final terkait jumlah cabor, nomor pertandingan, maupun penggunaan venue penyangga masih akan dibahas bersama Panitia Besar Porprov dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim.
Seluruh opsi tersebut disiapkan untuk memastikan Porprov VIII Kaltim tetap berjalan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan kemampuan anggaran. (RD)







Tinggalkan Balasan