Home

morfem.id

morfem.id

Your Trusted Voice Across the World.

Search

Kekeringan dan Intrusi Air Laut Ancam Pertanian Samarinda, Distapangtani Siapkan Sumber Air Alternatif

Avatar super admin
super admin
September 15, 2026
Kekeringan dan Intrusi Air Laut Ancam Pertanian Samarinda, Distapangtani Siapkan Sumber Air Alternatif

MORFEM.ID, SAMARINDA – Kekeringan mulai menjadi kendala bagi sejumlah petani di Kota Samarinda, terutama di wilayah yang menjadi sentra pertanian. Untuk mengurangi dampaknya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda menyalurkan bantuan pompa air kepada sejumlah kelompok tani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Distapangtani Samarinda, Noke Pattipawaej mengatakan, bantuan pompa air diberikan terutama kepada kelompok tani di wilayah sentra pangan.

Beberapa wilayah tersebut di antaranya Samarinda Utara, Sambutan, Bukuan, hingga Loa Janan Ilir.

“Harapannya dari bantuan itu bisa memaksimalkan dan mengurangi dampak kekeringan. Dengan begitu, produksi pertanian masih tetap bisa dihasilkan,” kata Noke, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, salah satu wilayah yang cukup terkendala adalah kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara. Petani di daerah tersebut selama ini mengandalkan air hujan serta aliran anak sungai untuk mengairi persawahan.

Namun, kondisi anak sungai yang ikut mengering membuat petani kesulitan mendapatkan sumber air.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Distapangtani sempat mendatangkan armada tangki air guna mengisi jalur irigasi. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena saluran irigasi tidak mampu menampung dan mempertahankan air dalam waktu lama.

“Airnya cepat meresap ke tanah sehingga tidak sampai ke seluruh sawah yang diharapkan,” ujarnya.

Belum Ada Laporan Gagal Panen

Meski kekeringan mulai berdampak terhadap lahan pertanian, Noke memastikan hingga saat ini belum ada laporan petani yang mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

Distapangtani justru berupaya mencegah kondisi tersebut dengan memberikan bantuan pompa air kepada petani yang membutuhkan.

Menurutnya, sebagian petani tetap melakukan penanaman meski kondisi sumber air terbatas. Karena itu, dukungan pompa diharapkan dapat membantu tanaman bertahan hingga masa panen.

Noke mencontohkan kelompok tani Harapan Baru di Makroman yang telah berhasil melakukan panen meski berada dalam kondisi kekeringan.

“Alhamdulillah seperti kemarin di Makroman, kelompok Harapan Baru sudah panen dengan kondisi yang kering ini,” katanya.

Ia mengakui hasil panen kemungkinan tidak maksimal. Namun, pemerintah tetap berupaya agar petani tidak sampai mengalami gagal panen.

“Mudah-mudahan tidak ada yang gagal. Kami mencoba, walaupun hasilnya mungkin tidak maksimal,” ujarnya.

Gunakan Kolam Tambang untuk Sumber Air

Untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, Distapangtani juga berkoordinasi dengan Satgas Terpadu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda.

Koordinasi tersebut juga berkaitan dengan bantuan mesin pompa berkapasitas besar dari Kementerian Pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil sumber air dari kolam bekas tambang.

Di wilayah Betapus, terdapat dua unit pompa yang menggunakan sumber air dari aliran Sungai Betapus.

Sementara di Makroman, kelompok tani Harapan Baru memanfaatkan kolam tambang sebagai salah satu sumber air untuk pertanian.

Setelah melewati masa panen, petani di wilayah tersebut diharapkan dapat kembali melakukan penanaman apabila ketersediaan air mencukupi.

Antisipasi Kemarau Berkepanjangan

Distapangtani juga mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi kemarau terus berlangsung.

Noke menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur serta lembaga riset pertanian di tingkat provinsi.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penggunaan tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air.

“Menurut teman-teman di provinsi, mungkin nanti bisa menggunakan tanaman seperti jagung yang lebih tahan terhadap kondisi kering,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan belum ada rekomendasi teknis khusus yang ditetapkan untuk pola budidaya akibat kekeringan tersebut.

BWS Siapkan Jaringan Air di Makroman

Persoalan sumber air juga dibahas bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) yang difasilitasi Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.

Noke mengatakan, BWS berpeluang membantu pembangunan jaringan air di wilayah Makroman yang dapat menghubungkan sumber air dengan kolam yang berada di kawasan tersebut.

Namun, rencana itu masih terkendala persoalan kepemilikan lahan.

Pemerintah perlu mendapatkan izin dari pemilik lahan sebelum jaringan air dibangun. Koordinasi saat ini dilakukan bersama pihak kelurahan agar pembangunan jaringan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun tuntutan ganti rugi di kemudian hari.

Waspadai Intrusi Air Laut

Selain kekeringan, Distapangtani juga mewaspadai dampak intrusi air laut terhadap lahan pertanian yang sumber airnya berasal dari Sungai Mahakam.

Wilayah seperti Bantuas, Palaran, Bukuan dan Rawa Makmur dinilai perlu mendapat perhatian karena berada di sekitar aliran Sungai Mahakam dan relatif dekat dengan kawasan muara.

Menurut Noke, intrusi air laut yang telah mencapai wilayah Palaran berpotensi memengaruhi pertanian apabila petani hanya mengandalkan air sungai sebagai sumber pengairan.

Komoditas yang dibudidayakan di kawasan tersebut cukup beragam, mulai dari padi, sayuran, jagung, hingga ubi kayu.

“Daerah-daerah yang dekat dengan muara seperti Bantuas, Palaran, Bukuan dan Rawa Makmur memang perlu diperhatikan,” katanya.

Target Tanam 430 Hektare

Distapangtani Samarinda juga masih mengejar target luas tanam yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan Noke, luas tanam yang menjadi target mencapai sekitar 430 hektare.

Dari target tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen telah tercapai.

Sebagian lahan yang sebelumnya telah dipanen kini kembali diupayakan untuk ditanami. Namun, keberhasilan penanaman berikutnya tetap bergantung pada ketersediaan sumber air.

Karena itu, kerja sama dengan BWS untuk memanfaatkan sumber air alternatif, termasuk kolam bekas tambang, diharapkan dapat membantu petani kembali mengolah lahan.

Antisipasi di Sektor Perkebunan dan Peternakan

Penanganan dampak kekeringan juga dilakukan pada sektor pertanian secara umum.

Pada sektor perkebunan, Distapangtani mengimbau pemilik lahan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah mengingatkan adanya aturan dan konsekuensi hukum terkait pembakaran lahan.

Sementara untuk tanaman sayuran, petani diarahkan untuk mempertimbangkan varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Di sektor peternakan, bantuan juga diberikan untuk mengurangi dampak cuaca panas terhadap hewan ternak.

Noke mencontohkan bantuan di Kampung Ipil untuk peternakan babi. Hewan ternak perlu mendapatkan cukup air agar tidak mengalami stres akibat suhu panas.

Hal serupa juga dilakukan terhadap peternakan sapi di kawasan Tanah Merah.

“Kita semua lini pertanian secara umum selalu melakukan koordinasi,” pungkasnya. (RD)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026
  • Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Oktober 7, 2026
  • Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Oktober 7, 2026
  • Terowongan Samarinda Belum Dibuka, DPRD Minta PUPR Beberkan Progres dan Tahapan

    Terowongan Samarinda Belum Dibuka, DPRD Minta PUPR Beberkan Progres dan Tahapan

    Oktober 7, 2026
  • Keterbatasan Anggaran Hambat Percepatan Infrastruktur Samarinda

    Keterbatasan Anggaran Hambat Percepatan Infrastruktur Samarinda

    Oktober 7, 2026

Search

Categories

  • Advertorial (210)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (81)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (68)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Archives

  • Oktober 2026 (34)
  • September 2026 (101)
  • Agustus 2026 (171)
  • Juli 2026 (170)
  • Juni 2026 (187)
  • Mei 2026 (148)
  • April 2026 (99)
  • Maret 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (3)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (1)
  • Maret 2025 (2)
  • Februari 2025 (2)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (1)

Tags

viral news

About Us

Info

Redaksi

Kontak Kami

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Latest Articles

  • BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    BRI Pacu Pemulihan Aset Bermasalah Lewat Gebyar Lelang Serentak 2026

    Oktober 8, 2026
  • Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Jalan Ir Sutami Rusak Berulang, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kawasan Pergudangan

    Oktober 7, 2026
  • Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Perubahan Desil Warga Disorot DPRD Samarinda, Bansos Diminta Tetap Tepat Sasaran

    Oktober 7, 2026

Categories

  • Advertorial (210)
  • Berita Terbaru (1)
  • Daerah (81)
  • DPRD Kaltim (6)
  • DPRD Samarinda (68)
  • Ekonomi (15)
  • Hukum (32)
  • Internasional (14)
  • Kaltim (68)
  • Lingkungan (17)
  • Nasional (142)
  • Olahraga (14)
  • Opini (1)
  • Politik (15)
  • Samarinda (305)

Proudly Powered by WordPress | JetNews Magazine by CozyThemes.

Scroll to Top