MORFEM.ID, SAMARINDA – Kemunculan kabut asap di sejumlah titik di Kota Samarinda belum menunjukkan penurunan kualitas udara yang signifikan. Hingga Jumat (28/8/2026) sore, hasil pemantauan masih menempatkan kualitas udara Samarinda pada kategori baik.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan keberadaan asap memang mulai terlihat secara langsung di beberapa kawasan. Namun, kondisi tersebut belum tercermin sebagai penurunan kualitas udara berdasarkan data pengukuran yang tersedia.
“Kalau secara visual memang sudah terlihat ada asap di beberapa lokasi. Tetapi berdasarkan hasil pengukuran yang ada, kualitas udara masih baik. Perkembangannya tetap akan kami pantau,” ujar Suwarso.
Data IQAir pada pukul 15.00 WITA menunjukkan Air Quality Index (AQI) Samarinda berada di level 47 atau masih dalam kategori baik. Sementara konsentrasi PM2.5 sebagai polutan utama tercatat 8,5 mikrogram per meter kubik.
Data tersebut berasal dari salah satu stasiun pemantauan yang tercatat atas nama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Meski kondisi udara masih tergolong aman, BPBD tetap meminta masyarakat memperhatikan perkembangan kabut asap. Pasalnya, kondisi dapat berubah apabila kebakaran lahan terus terjadi dan asap semakin meluas.
Suwarso mengatakan peningkatan paparan asap perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
“Kalau nanti dampaknya mulai terlihat, terutama berkaitan dengan ISPA akibat paparan asap, penggunaan masker bisa menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah masih membutuhkan analisis dari berbagai sektor untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Data kondisi udara akan terus disandingkan dengan informasi dari instansi lain, termasuk sektor kesehatan dan lingkungan.
“Data yang ada perlu dianalisis bersama supaya langkah yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, prakiraan kualitas udara menunjukkan adanya potensi kenaikan indeks dalam beberapa hari mendatang. IQAir memperkirakan AQI Samarinda berada di angka 51 pada 29 Agustus dan meningkat menjadi 54 pada 30 Agustus.
Jika angka tersebut tercapai, kualitas udara masuk kategori sedang. Kondisi ini membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terlebih Samarinda tengah menghadapi musim kemarau yang disertai meningkatnya kejadian kebakaran lahan.
BPBD Samarinda pun terus melakukan pemantauan dan menggabungkan informasi dari sejumlah instansi sebagai bahan untuk menentukan langkah antisipasi. Pemerintah juga akan melihat perkembangan kondisi asap sebelum menetapkan kebijakan lebih lanjut.
Suwarso mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi udara saat ini, tetapi juga mengikuti perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
“Kami masih mengombinasikan data dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Jadi perkembangannya terus kami lihat untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan