MORFEM.ID, SAMARINDA – Dosen Jurusan Teknik Kimia, Program Studi D-III Petro dan Oleo Kimia, Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) mendampingi pengrajin gula aren di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan metode pengeringan dan pengemasan untuk meningkatkan daya tahan serta kualitas gula aren yang diproduksi secara tradisional.
Kegiatan tersebut melibatkan Gula Aren Murni Anugrah di Suko Rejo, RT 036, Desa Bukit Pariaman. Tim pengabdian mengenalkan penggunaan oven atau dryer dengan suhu terkontrol serta vacuum sealer untuk pengemasan.
Anggota Tim Pengabdian Teknik Kimia POLNES, Sekar Ayu Setyowati, mengatakan pendampingan diberikan karena pengrajin masih menghadapi kendala dalam menjaga kualitas gula aren selama penyimpanan.
“Selama ini salah satu kendala yang dihadapi adalah gula aren mudah lembek, meleleh, dan berjamur. Kondisi tersebut berkaitan dengan kadar air serta sifat gula aren yang mudah menyerap kelembapan dari lingkungan,” kata Sekar.
Menurutnya, penggunaan metode pengeringan dengan suhu yang terkontrol dapat membantu mengurangi kadar air pada produk sebelum dikemas.
Selain pengeringan, tim juga memberikan pelatihan penggunaan vacuum sealer. Metode tersebut digunakan untuk mengurangi kontak gula aren dengan udara dan kelembapan selama penyimpanan.
“Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman mengenai proses pengeringan dan pengemasan yang sederhana serta bisa diterapkan oleh pengrajin sesuai kebutuhan produksinya,” jelasnya.
Sekar berharap penerapan teknologi tersebut dapat membuat gula aren lebih tahan disimpan dan mengurangi risiko produk mengalami kerusakan.
Peningkatan kualitas produk juga diharapkan dapat memperbaiki tampilan gula aren sekaligus meningkatkan nilai jualnya.
“Harapannya, produk gula aren dari Desa Bukit Pariaman bisa memiliki daya tahan dan kualitas yang lebih baik sehingga peluang pemasarannya juga semakin luas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat POLNES sekaligus penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG).
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pengrajin mengembangkan gula aren tradisional menjadi produk UMKM yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. (RD)







Tinggalkan Balasan