MORFEM.ID, SAMARINDA – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di kawasan Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/9/2026).
Korban dilaporkan tenggelam saat berada di area kolam bekas tambang bersama sejumlah anak lainnya. Korban kemudian ditemukan pada malam hari sekitar pukul 19.17 WITA.
Ketua RT 22 Jalan Teluk Kedondong, Lamannu, mengatakan lubang bekas tambang tersebut telah lama ditinggalkan. Menurutnya, lokasi itu diperkirakan sudah tidak digunakan selama sekitar lima hingga enam tahun.
“Lubangnya sudah lama. Mungkin sekitar lima sampai enam tahun. Setelah batu baranya diambil, ditinggal begitu saja,” kata Lamannu saat di konfirmasi Morfem.id, Rabu (16/92026).
Lebih lanjut kata Lamannu, mengaku tidak mengetahui pihak yang melakukan aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan kolam bekas tambang selama ini dimanfaatkan sebagian warga, terutama ketika musim kemarau. Warga menggunakan air tersebut untuk mandi dan mencuci karena belum seluruh rumah mendapat akses air PDAM.
“Kalau kemarau, sebagian orang ke situ untuk mandi dan mencuci,” ujarnya.
Ia menyebut sebagian warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat kolam bekas tambang menjadi salah satu pilihan warga untuk kebutuhan mencuci maupun mandi.
Bahkan, kata Lamannu, anak-anak di sekitar kawasan tersebut juga kerap bermain dan mandi di kolam bekas tambang. Kondisi itu dinilai sulit diawasi setiap waktu oleh orang dewasa.
“Namanya anak-anak, kita tidak bisa selalu mengawasi. Kalau tidak ada orang yang menjaga di situ, mereka bisa saja pergi ke sana,” katanya.
Lamannu mengatakan, sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan warga mengenai bahaya kolam bekas tambang tersebut. Namun, kondisi kemarau dan kebutuhan warga terhadap air membuat sebagian masyarakat tetap menggunakan lokasi tersebut.
Ia menilai persoalan utama berada pada lubang bekas tambang yang tidak ditutup setelah aktivitas pertambangan berhenti.
“Sering kami ingatkan. Cuma namanya kemarau, mau tidak mau. Yang jadi masalah, lubang bekas tambang itu tidak ditutup dan ditinggal begitu saja,” terangnya.
Terkait kronologi kejadian, Lamannu mengatakan korban berada di lokasi bersama beberapa anak pada sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WITA. Saat itu, sejumlah anak disebut sedang mandi di kolam bekas tambang.
Menurut informasi yang diterimanya, korban sempat terlihat bermain bersama teman-temannya di lubang bekas tambang tersebut, sebelum akhirnya diketahui tenggelam.
Korban kemudian ditemukan pada malam hari sekitar pukul 19.17 WITA.
Lamannu berharap lubang bekas tambang tersebut segera ditutup untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami berharap lubang bekas tambang itu segera ditutup supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan