MORFEM.ID, SAMARINDA – Persiapan Samarinda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser mendapat perhatian DPRD Samarinda. Rencana pengiriman sekitar 1.700 atlet dan ofisial diminta disusun secara cermat agar penggunaan anggaran tetap efisien.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronny Pasie, mengatakan jumlah kontingen yang cukup besar perlu diikuti perencanaan yang matang. Pemerintah kota diminta memastikan setiap atlet dan ofisial yang diberangkatkan benar-benar memiliki kebutuhan sesuai cabang olahraga yang diikuti.
Menurut Novan, besarnya jumlah peserta akan berpengaruh terhadap kebutuhan pembiayaan, mulai dari transportasi, tempat tinggal, konsumsi hingga operasional selama berada di Paser.
Karena itu, DPRD meminta Pemkot Samarinda tidak terburu-buru menetapkan jumlah akhir kontingen sebelum memperoleh kepastian teknis dari pemerintah provinsi.
“Jumlah pastinya masih perlu dihitung lagi karena kita menunggu beberapa kepastian teknis dari provinsi, termasuk cabang olahraga, nomor yang dipertandingkan dan tempat pertandingannya,” ujar Novan, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, informasi tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan komposisi atlet dan ofisial. Dengan data yang jelas, pemerintah dapat menghindari pengiriman personel yang tidak sesuai kebutuhan pertandingan.
Novan menilai prinsip efisiensi harus diterapkan sejak tahap perencanaan. Namun, menurutnya, penghematan anggaran tidak boleh mengurangi kesempatan atlet Samarinda untuk bertanding dan mengejar prestasi.
“Efisiensi bukan berarti kita mengurangi hak atlet untuk berkompetisi. Yang penting setiap orang yang diberangkatkan memang memiliki tugas dan kebutuhan yang jelas,” katanya.
DPRD juga mendorong Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bersama KONI Samarinda segera menyusun pemetaan kontingen setelah seluruh informasi pertandingan diterima.
Pemetaan tersebut dinilai penting untuk menghitung kebutuhan anggaran secara lebih akurat sekaligus mencegah munculnya biaya tambahan selama pelaksanaan Porprov.
Selain jumlah atlet, pemerintah juga perlu memperhitungkan kebutuhan ofisial berdasarkan masing-masing cabang olahraga. Langkah tersebut diharapkan membuat alokasi anggaran lebih terarah tanpa mengurangi dukungan terhadap atlet yang memiliki peluang meraih medali.
Novan menegaskan, kesiapan kontingen tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang dikirim. Perencanaan yang tepat justru menjadi salah satu faktor penting agar dukungan pemerintah dapat diberikan kepada atlet secara maksimal.
“Kita ingin kontingen Samarinda berangkat dengan persiapan yang matang. Jangan sampai jumlahnya besar, tetapi kemudian anggarannya tidak terkendali. Semua harus dihitung berdasarkan kebutuhan,” tegasnya.
DPRD Samarinda berharap seluruh kepastian teknis Porprov Kaltim 2026 segera diperoleh sehingga pemerintah kota dapat menetapkan komposisi kontingen sekaligus menyusun kebutuhan pembiayaan secara lebih terukur.
Dengan perencanaan tersebut, keberangkatan kontingen Samarinda ke Paser diharapkan tetap mampu mendukung target prestasi olahraga daerah tanpa mengabaikan prinsip efisiensi penggunaan anggaran. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan