MORFEM.ID, SAMARINDA – Persoalan banjir yang masih menghantui kawasan Kampung Jawa dan Jalan Pasundan, Samarinda, dinilai membutuhkan penanganan infrastruktur yang berkelanjutan.
DPRD Samarinda mendorong pembangunan drainase di kawasan Pasundan tetap dilanjutkan meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan pembangunan drainase menjadi kebutuhan penting karena kawasan tersebut kerap mengalami genangan saat hujan turun. Bahkan, dampaknya dapat mengganggu akses masyarakat menuju Rumah Sakit Dirgahayu.
Menurutnya, aliran air dari kawasan Pasundan perlu ditangani secara lebih optimal agar genangan tidak kembali meluas ke ruas Jalan Kampung Jawa dan wilayah di sekitarnya.
“Pembangunan drainase Pasundan harus diteruskan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama untuk mengurangi persoalan banjir di Kampung Jawa, Pasundan dan kawasan sekitarnya,” ujar Jasno, Senin (31/8/2026).
Ia menilai kebijakan efisiensi anggaran tidak semestinya menghentikan proyek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Penghematan, menurutnya, dapat diarahkan pada kegiatan lain yang tidak terlalu mendesak.
“Efisiensi tetap perlu dilakukan, tetapi ada kegiatan lain di setiap OPD yang bisa dikurangi apabila memang manfaatnya tidak terlalu besar,” katanya.
Jasno menegaskan program pembangunan yang masuk dalam kategori prioritas, khususnya pengendalian banjir, seharusnya tetap memperoleh dukungan anggaran. Terlebih, sejumlah proyek pembangunan di Samarinda masih berjalan pada 2026.
“Pembangunan jangan sampai berhenti. Efisiensi boleh dilakukan, tetapi program yang memang menjadi prioritas dan menyangkut kepentingan masyarakat, seperti pengendalian banjir, harus tetap dilaksanakan,” jelasnya.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Jasno menyebut Samarinda masih memperoleh dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Anggaran tersebut dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Selain anggaran dari pemerintah kota, tahun ini Samarinda juga masih mendapatkan Bankeu dari provinsi. Nilainya sekitar Rp320 miliar,” ungkapnya.
Menurut Jasno, persoalan banjir di Pasundan bukan persoalan baru sehingga penanganannya tidak cukup dilakukan secara parsial. Keberlanjutan pembangunan drainase diperlukan agar sistem pengendalian air di kawasan tersebut dapat berfungsi lebih optimal.
Ia berharap pemerintah tetap menempatkan penanganan banjir sebagai salah satu prioritas pembangunan. Dengan pembangunan drainase yang berkesinambungan, genangan di Kampung Jawa, Pasundan dan akses menuju Rumah Sakit Dirgahayu diharapkan dapat dikurangi.
“Kalau kawasan Pasundan memang berulang kali mengalami banjir, tentu pembangunan drainasenya perlu didukung dan dilanjutkan. Ini bagian dari kebutuhan masyarakat,” pungkas Jasno. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan