MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menangani persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan masyarakat.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai FKUB memiliki peran penting karena beranggotakan perwakilan dari berbagai agama. Keberadaan forum tersebut dinilai dapat membantu DPRD maupun pemerintah mencari solusi ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.
Helmi mengatakan, selama ini DPRD menerima beragam aspirasi warga yang tidak hanya berkaitan dengan keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan budaya, perizinan hingga rumah ibadah.
Karena itu, ia menilai FKUB dapat dilibatkan ketika DPRD membutuhkan pandangan maupun mediasi dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut kehidupan antarumat beragama.
“FKUB sudah menyampaikan kesiapannya untuk membantu jika ada persoalan yang berkaitan dengan agama, budaya, perizinan, rumah ibadah dan persoalan lainnya,” ujar Helmi, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, penyelesaian persoalan keagamaan membutuhkan pendekatan yang mengedepankan komunikasi. Keterlibatan pihak-pihak yang memahami kondisi masyarakat dinilai dapat membantu mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
Helmi mengatakan, FKUB memiliki posisi yang cukup strategis untuk menjalankan peran tersebut karena membawa perspektif dari berbagai kelompok keagamaan.
“Selama ini banyak aspirasi dan keluhan masyarakat yang masuk ke DPRD. Ke depan, kalau ada persoalan keagamaan, FKUB bisa kita libatkan untuk mencari jalan keluarnya,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak harus menunggu munculnya persoalan. DPRD dan FKUB juga dapat membangun komunikasi secara rutin sebagai langkah menjaga kerukunan antarumat beragama di Samarinda.
Selain persoalan keagamaan, DPRD Samarinda juga menyatakan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Helmi menyebut dukungan DPRD dapat dilakukan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan, khususnya terhadap program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami akan memberikan perhatian terhadap program yang memang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap hubungan antara DPRD dan FKUB ke depan semakin aktif. Tidak hanya sebagai tempat meminta bantuan ketika terjadi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjaga kerukunan sejak dini.
Dengan pola kerja sama tersebut, berbagai aspirasi masyarakat terkait kehidupan keagamaan diharapkan dapat ditangani secara lebih terbuka, terarah dan mengutamakan dialog sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan