MORFEM.ID, SAMARINDA – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Samarinda dinilai perlu dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah. DPRD Samarinda mendorong pemerintah menyusun pemetaan sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi terhadap ancaman peredaran narkoba.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pemetaan diperlukan agar kebijakan pencegahan tidak diterapkan dengan pendekatan yang sama kepada seluruh sekolah.
Menurutnya, kondisi lingkungan setiap sekolah memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, sekolah yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan lebih tinggi perlu memperoleh perhatian dan pengawasan yang lebih intensif.
“Pemerintah harus tahu sekolah mana yang tingkat kerawanannya tinggi. Penanganannya tentu tidak bisa disamakan dengan sekolah yang kondisi lingkungannya relatif aman,” kata Ismail, Jumat (28/8/2026).
Ia menilai munculnya dugaan kasus narkoba yang melibatkan pelajar seharusnya menjadi bahan evaluasi. Pemerintah perlu melihat faktor lingkungan di sekitar sekolah untuk mengetahui potensi masuknya peredaran narkotika ke kalangan siswa.
Sekolah yang masuk dalam kategori rawan, lanjut Ismail, dapat diberikan program pencegahan secara lebih rutin. Kegiatannya tidak sebatas sosialisasi, tetapi dapat mencakup edukasi, pendampingan serta pengawasan yang dilakukan secara berkala.
“Kalau sudah diketahui ada wilayah yang rawan, tentu program pencegahannya harus lebih kuat dan lebih sering dilakukan,” ujarnya.
Ismail mengatakan penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan oleh sekolah seorang diri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda perlu membangun koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, Dinas Kesehatan hingga orang tua siswa.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan lingkungan sekolah. Faktor pergaulan, keluarga dan lingkungan tempat tinggal juga perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Menurut Ismail, hasil pemetaan nantinya dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas program. Data mengenai lokasi sekolah dan tingkat kerawanannya akan membantu penyaluran program agar lebih tepat sasaran.
“Data itu penting supaya kita tidak bekerja berdasarkan perkiraan. Dari situ bisa terlihat sekolah mana yang membutuhkan intervensi lebih dulu,” jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah bergerak sebelum persoalan berkembang menjadi kasus yang lebih besar. Pencegahan dinilai jauh lebih penting daripada menunggu adanya temuan baru kemudian mengambil tindakan.
Ismail berharap pemetaan dapat dilakukan secara berkala sehingga pemerintah memiliki gambaran terbaru mengenai kondisi lingkungan pendidikan di Samarinda. Dengan begitu, strategi pencegahan dapat disesuaikan apabila terjadi perubahan tingkat kerawanan di suatu wilayah.
“Jangan menunggu kasus muncul baru bertindak. Kalau kita sudah punya pemetaan dan data, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal,” pungkasnya. (RD/Adv)






Tinggalkan Balasan