MORFEM.ID, SAMARINDA – Dinas Perikanan Kota Samarinda memastikan pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman meski cuaca dan perubahan musim memengaruhi aktivitas nelayan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Samarinda, Ratnawati, mengatakan produksi ikan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili masih berjalan normal. Berbagai jenis ikan terus didatangkan setiap hari dengan jumlah produksi yang bervariasi.
“Setiap hari ada berbagai jenis ikan yang masuk ke TPI Selili dan seluruh datanya kami catat. Sejauh ini pasokan masih tersedia,” ujarnya, saat di konfirmasi melalui sambungan telepon oleh Morfem.id, Kamis (6/8/2026).
Ratnawati menjelaskan, nelayan di Samarinda mayoritas merupakan nelayan skala kecil yang menggunakan alat tangkap tradisional dan kapal berukuran kecil. Kondisi tersebut membuat mereka sangat bergantung pada cuaca saat melaut.
Menurutnya, faktor yang paling memengaruhi hasil tangkapan bukanlah fenomena El Nino, melainkan kondisi gelombang dan angin di perairan.
“Kalau cuaca panas tidak terlalu berpengaruh. Yang paling memengaruhi adalah gelombang tinggi dan angin karena nelayan menjadi sulit melaut,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan stok ikan di Kota Samarinda hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Dinas Perikanan juga terus mengimbau para agen di TPI untuk menjaga ketersediaan stok agar pasokan tetap stabil.
“Selama ini kami tidak pernah mengalami kekurangan ikan. Bahkan masih ada ikan yang tersisa untuk dijual pada hari berikutnya. Selain hasil tangkapan nelayan, pasokan juga berasal dari ikan budidaya,” katanya.
Terkait data konsumsi masyarakat, Ratnawati menyebut pihaknya belum memiliki data mengenai jenis ikan yang paling banyak diminati. Dinas Perikanan hanya mendata jumlah dan jenis ikan yang masuk ke Kota Samarinda setiap harinya.
Sementara itu, di TPI Selili saat ini terdapat sekitar 40 agen yang memperdagangkan ikan sungai maupun ikan laut. Keberadaan para agen tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan ikan bagi masyarakat Samarinda. (RD)







Tinggalkan Balasan