MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim hingga kini belum dapat memastikan berapa banyak warga daerah yang terpilih sebagai manajer Koperasi Merah Putih. Hal itu karena seluruh proses seleksi hingga penempatan dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu surat keputusan (SK) penempatan dari kementerian sebagai dasar untuk mengetahui identitas maupun lokasi penugasan para manajer koperasi.
“Proses seleksi seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Kami di daerah belum menerima data tersebut. Nanti setelah SK penempatan diterbitkan, baru diketahui siapa saja yang akan bertugas di Kaltim,” ujarnya, Rabu (5/8/2026)
Heni menjelaskan, Kaltim memang menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai lokasi pembekalan bagi calon manajer Koperasi Merah Putih. Namun, peserta yang mengikuti pelatihan di Balikpapan tidak hanya berasal dari Kaltim, melainkan juga dari sejumlah provinsi lain.
Menurutnya, seluruh rangkaian pembekalan kini telah selesai dilaksanakan. Materi yang diberikan mencakup penguatan wawasan kebangsaan serta peningkatan kapasitas dalam bidang bisnis, tata kelola, dan pengelolaan koperasi.
Di sisi lain, perkembangan program Koperasi Merah Putih di Kaltim terus menunjukkan kemajuan. Dari total 1.037 koperasi yang telah dibentuk, sebanyak 234 unit telah dinyatakan siap beroperasi.
“Dari jumlah itu, 82 koperasi bahkan sudah mulai menjalankan aktivitas usahanya,” kata Heni.
Ia menambahkan, koperasi yang telah beroperasi tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Pemerintah berharap jumlah koperasi yang aktif akan terus bertambah seiring selesainya proses penyiapan kelembagaan dan operasional.
Dengan kondisi tersebut, saat ini terdapat 234 Koperasi Merah Putih yang telah memenuhi kesiapan operasional, sementara 82 di antaranya telah membuka layanan dan menjalankan kegiatan usaha.
“Artinya, gerai-gerai koperasi tersebut sudah siap melayani dan menjalankan aktivitas bisnis sesuai fungsi yang direncanakan,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan