MORFEM.ID, SAMARINDA – Layanan Dokter On Call (DOC) milik Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan perkembangan dalam pelayanan kegawatdaruratan.
Memasuki tahun keempat beroperasi, program yang memberikan layanan medis selama 24 jam itu kini mendapat perhatian di tingkat nasional dan mulai dijadikan referensi oleh sejumlah pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan Dokter On Call menjadi salah satu inovasi pelayanan kesehatan yang terus dikembangkan. Program tersebut berfungsi menghubungkan fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.
“Alhamdulillah, Dokter On Call menjadi salah satu layanan yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Sekarang usianya sudah memasuki empat tahun dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, sistem layanan tersebut telah terhubung dengan layanan darurat 119 milik Kementerian Kesehatan. Untuk mendukung operasionalnya, Dinas Kesehatan Samarinda menyiapkan dua ambulans mini ICU, tiga ambulans transportasi, serta empat motor medis yang digunakan menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Menurut Ismed, kesiapan armada dan sistem yang terintegrasi menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Samarinda masuk tiga besar nasional dalam penilaian layanan 119 pada tahun lalu. Bahkan pada April 2026, kecepatan respons panggilan Dokter On Call Samarinda tercatat sebagai yang terbaik di Indonesia.
“Saat itu respons layanan kita bahkan lebih cepat dibandingkan Jakarta. Hal tersebut menjadi salah satu indikator yang membuat Samarinda memperoleh penghargaan,” katanya.
Ismed menambahkan, salah satu keunggulan layanan tersebut adalah keberadaan dokter yang berjaga penuh selama 24 jam. Berbeda dengan sejumlah daerah yang hanya menyiapkan tenaga perawat, Samarinda memastikan dokter selalu siaga dalam tiga pergantian shift setiap hari.
“Yang menjadi nilai lebih adalah dokter kami benar-benar standby selama 24 jam. Di beberapa daerah layanan serupa masih mengandalkan perawat, sedangkan di Samarinda dokter selalu siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan,” jelasnya.
Keberhasilan program ini juga menarik perhatian daerah lain. Pada Juni 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengirimkan tim ke Samarinda untuk mempelajari sistem Dokter On Call sebagai referensi pengembangan layanan kegawatdaruratan di wilayahnya.
Ismed berharap inovasi tersebut terus diperkuat agar masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan medis darurat yang cepat, tepat, dan mudah diakses.
“Dengan dukungan tenaga kesehatan, armada yang memadai, serta sistem yang terintegrasi, Dokter On Call diharapkan tetap menjadi salah satu layanan kesehatan unggulan di Kota Samarinda,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan