MORFEM.ID, SAMARINDA – Sport Hub dan Driving Range Golf di kawasan GOR Segiri semakin dekat untuk difungsikan. Namun, sebelum resmi dibuka untuk masyarakat, Pemerintah Kota Samarinda masih harus menuntaskan sejumlah pekerjaan pendukung yang menjadi syarat operasional fasilitas tersebut.
Di tengah proses penyelesaian itu, Komisi III DPRD Samarinda juga menyoroti rendahnya progres pelaksanaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sepanjang 2026.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih ada pekerjaan lanjutan yang harus dirampungkan, salah satunya pembangunan akses jalan yang menghubungkan Sport Hub dengan Driving Range Golf.
“Saat Wakil Wali Kota meninjau lokasi, masih ditemukan pekerjaan tambahan yang belum selesai. Salah satunya pembangunan jalan penghubung antara Sport Hub dan area driving range,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Ia menyebut penyelesaian pekerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp12,9 miliar. Dana itu akan digunakan untuk melengkapi berbagai sarana pendukung, termasuk akses jalan dan infrastruktur kelistrikan.
Menurut Deni, DPRD akan mengawal pelaksanaan proyek tambahan tersebut agar bisa selesai sesuai target sehingga fasilitas olahraga yang telah dibangun tidak terlalu lama menunggu untuk dimanfaatkan masyarakat.
“Kami akan memastikan pekerjaan tambahan ini benar-benar dapat dituntaskan tahun ini agar Sport Hub dan Driving Range bisa segera beroperasi,” katanya.
Di sisi lain, Deni menilai kinerja Dinas PUPR masih perlu ditingkatkan. Ia mengungkapkan rendahnya realisasi pekerjaan tahun ini dipengaruhi kewajiban penyelesaian pembayaran proyek yang berasal dari tahun anggaran 2025.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah program pembangunan baru belum dapat berjalan optimal karena ketersediaan anggaran masih terbatas.
“Masih ada kewajiban yang harus diselesaikan dari pekerjaan sebelumnya. Itu berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan pada tahun ini karena dukungan anggarannya belum sepenuhnya tersedia,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi Komisi III DPRD, hingga memasuki triwulan kedua 2026, realisasi fisik proyek Dinas PUPR baru berada di kisaran 17 persen, sementara realisasi keuangan masih sekitar 6 persen.
DPRD berharap capaian tersebut dapat dikejar pada sisa tahun anggaran. Menurut Deni, peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada akhir tahun diharapkan mampu menopang pembiayaan sejumlah proyek yang masih tertunda.
“Kami berharap penerimaan PAD meningkat pada akhir tahun sehingga pelaksanaan program di Dinas PUPR dapat dipercepat dan target pembangunan bisa tercapai,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan