MORFEM.ID, SAMARINDA – Tingginya jumlah pencari kerja di Kota Samarinda masih menjadi tantangan di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sekitar 25 ribu warga masih berstatus pengangguran dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,31 persen.
Untuk memperluas kesempatan kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda menggelar Mahakam Job Fair 2026 bertema “Mengalir Menuju Samarinda Maju”. Acara tersebut di laksanakan pada 23 hingga 24 Juli 2026, bertempat di Square Mall, lantai 3, Samarinda.
Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengatakan penyelenggaraan Mahakam Job Fair tahun ini diikuti 36 perusahaan yang membuka 180 posisi jabatan dengan total 764 lowongan kerja.
“Alhamdulillah, pada Mahakam Job Fair 2026 ini ada 36 perusahaan yang membuka 180 posisi dengan total 764 lowongan kerja,” ujar Yuyum saat di konfirmasi Morfem.id, Kamis (23/7/2026).
Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, seperti konstruksi, jasa, perbankan, perkapalan dan alat berat. Sementara dari sektor pertambangan hanya terdapat satu perusahaan yang ikut membuka lowongan dengan wilayah operasional di Kalimantan Timur.
Selain menghadirkan ratusan lowongan kerja, Disnaker Samarinda juga meluncurkan sistem Auto-Matching melalui portal tepian.samarindakota.go.id. Sistem ini memungkinkan pencari kerja mengunggah seluruh dokumen secara daring tanpa harus membawa berkas fisik ke lokasi Job Fair.
Melalui fitur tersebut, pencari kerja akan memperoleh rekomendasi lowongan yang sesuai dengan kualifikasi mereka melalui notifikasi aplikasi maupun email. Di sisi lain, perusahaan dapat langsung melihat daftar pelamar yang sesuai dengan kebutuhan sehingga proses seleksi menjadi lebih cepat.
“Ini pertama kalinya kami mengintegrasikan sistem Auto-Matching pada Job Fair. Tujuannya agar proses pencarian kerja dan rekrutmen menjadi lebih efektif serta mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” kata Yuyum.
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut dikembangkan sejak 2022 oleh tim pengembang yang bekerja sama dengan Diskominfo Samarinda. Sistem ini dihadirkan sebagai solusi atas terus bertambahnya jumlah pencari kerja, sementara lowongan yang tersedia memiliki masa berlaku terbatas.
Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap Mahakam Job Fair juga cukup tinggi. Hingga pukul 09.00 Wita pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sekitar 1.900 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi dan media sosial Disnaker. Jumlah tersebut terus bertambah sejak pendaftaran dibuka pada awal pekan ini.
Kendati demikian, Yuyum menyebut angka pengangguran di Samarinda menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data BPS, TPT pada 2025 turun menjadi 5,31 persen dari 5,75 persen pada 2024. Artinya, sekitar 95 persen angkatan kerja usia produktif di Samarinda telah bekerja.
“Selain melalui sektor formal seperti Job Fair, kami juga mendorong masyarakat masuk ke sektor informal melalui pelatihan kerja. Saat ini sudah berjalan enam batch pelatihan kerja hasil kerja sama bidang pelatihan Disnaker,” jelasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa Job Fair hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, pada 2025 pelaksanaan Job Fair yang digelar Disnaker bersama berbagai mitra, termasuk Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK dan perguruan tinggi, berhasil menempatkan lebih dari 500 tenaga kerja.
Untuk tahun 2026, Disnaker menargetkan penyelenggaraan Job Fair sebanyak dua kali. Menurut Yuyum, penambahan frekuensi pelaksanaan masih bergantung pada masuknya investasi dan bertambahnya perusahaan yang membuka lapangan kerja di Samarinda.
Sebagai upaya memperluas akses kerja bagi lulusan baru, Disnaker juga terus mendorong penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di perguruan tinggi dan SMK. Melalui BKK, kegiatan Job Fair dapat digelar saat wisuda atau kelulusan sehingga lulusan baru memiliki kesempatan lebih cepat untuk memasuki dunia kerja. (RD)







Tinggalkan Balasan