MORFEM.ID, SAMARINDA – Pernyataan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang menyinggung tidak adanya anggaran Pemerintah Kota Samarinda untuk memperbaiki lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) mendapat tanggapan dari Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Menanggapi hal itu, Andi Harun menegaskan bahwa padamnya lampu di jembatan tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan karena kabel dan utilitas penerangan dicuri.
“Kalau memang itu pernyataannya, menurut saya itu keliru. Lampu di Jembatan Achmad Amins mati bukan karena tidak ada anggaran, tetapi karena utilitasnya dicuri,” kata Andi Harun saat di konfirmasi Morfem.id, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, aksi pencurian terjadi ketika APBD tahun berjalan sudah disahkan. Akibatnya, pemerintah kota tidak dapat langsung mengalokasikan anggaran baru untuk mengganti fasilitas yang hilang karena harus mengikuti mekanisme penganggaran daerah.
Menurut Andi Harun, pengadaan kembali kabel dan utilitas penerangan baru dapat dimasukkan dalam APBD 2027.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku pencurian telah ditangkap. Namun, barang bukti berupa kabel dan utilitas yang dicuri sudah diperjualbelikan sehingga tidak dapat dipasang kembali.
Selain di Jembatan Achmad Amins, Andi menyebut kasus pencurian kabel juga terjadi di beberapa titik lain di Kota Samarinda, termasuk di kawasan Jalan Pahlawan dekat Pasar Segiri. Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga aset dan fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski membantah penyebab padamnya lampu karena ketiadaan anggaran, Andi Harun tetap menyambut baik apabila Pemerintah Provinsi Kaltim ingin membantu pembangunan di Kota Samarinda.
“Kalau Pak Gubernur mau membantu APBD Kota Samarinda, tentu kami berterima kasih. Berarti Pak Gubernur juga sudah mengetahui bahwa kebutuhan anggaran Samarinda masih besar. Kami sangat terbuka jika ada dukungan dari Pemprov Kaltim,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan