MORFEM.ID, SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Temenggung Pranoto Samarinda memprediksi fenomena El Nino akan mulai menguat dalam beberapa bulan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampaknya, terutama potensi berkurangnya curah hujan dan penurunan debit air sungai.
Forecaster BMKG Samarinda, Fiona Alya Hanifah, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru untuk periode Juli hingga September, kondisi iklim saat ini masih berada pada fase netral. Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berangsur berubah menuju fase El Nino.
“Untuk saat ini masih berada pada fase netral. Namun, prediksi menunjukkan kondisi akan mulai mengarah ke El Nino. Pada Agustus diperkirakan intensitasnya sudah masuk kategori kuat,” ujar Fiona saat di konfirmasi Morfem.id, Jumat (17/7/2026).
Fiona menjelaskan, apabila El Nino berkembang menjadi kuat, maka dampaknya berpotensi menyerupai yang terjadi pada tahun 2023. Saat itu, sejumlah wilayah mengalami penurunan curah hujan yang cukup signifikan hingga menyebabkan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.
“Potensi itu tetap ada karena prediksi menunjukkan El Nino bisa masuk kategori kuat, seperti yang terjadi pada tahun 2023. Namun, penurunan curah hujan tidak hanya dipengaruhi El Nino, tetapi juga dipengaruhi faktor-faktor iklim lainnya,” jelasnya.
“Ada faktor global, regional, hingga kondisi lokal seperti angin, suhu permukaan laut, kelembapan udara, dan topografi yang bersama-sama memengaruhi curah hujan di Samarinda,” tambahnya.
BMKG juga memprediksi curah hujan di Samarinda pada 20 hingga 31 Juli berada pada kategori rendah, yakni sekitar 10-50 milimeter. Jumlah tersebut berada di bawah rata-rata curah hujan selama 30 tahun terakhir.
Selain itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung dengan curah hujan yang lebih rendah dan berpotensi memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi kemungkinan berkurangnya debit air, terutama bagi warga yang masih mengandalkan sungai sebagai sumber air utama.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan berkurangnya debit air sungai selama El Nino berlangsung. Penurunan curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini,” tutup Fiona. (RD)







Tinggalkan Balasan