MORFEM.ID, SAMARINDA – Permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Samarinda masih menyisakan pekerjaan rumah.
Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), masih ada sembilan calon siswa yang belum memperoleh kepastian penuh untuk mengikuti kegiatan belajar pada tahun ajaran baru.
Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, menjelaskan dari jumlah tersebut, tiga anak hingga kini belum mendapatkan sekolah.
Sementara enam anak lainnya sebenarnya telah memperoleh sekolah tujuan, namun proses penerimaannya masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.
Menurut Rina, pihak sekolah telah menerima data keenam calon siswa tersebut. Namun, sekolah belum berani memproses penerimaan karena masih menunggu surat edaran atau kebijakan resmi dari Disdikbud sebagai dasar administrasi.
“Informasi yang kami terima, sekolah tinggal menunggu surat edaran dari Dinas Pendidikan. Datanya sudah ada, tetapi mereka membutuhkan dasar hukum sebelum menerima para siswa itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Morfem.id, Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan kondisi enam anak tersebut berbeda dengan tiga anak lainnya yang hingga kini belum memiliki kepastian sekolah tujuan.
Rina berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar seluruh anak tetap bisa mengikuti proses pendidikan, meski harus bergabung setelah pelaksanaan MPLS dimulai.
“Kalaupun nanti mereka masuk setelah MPLS, kami yakin hak mereka untuk bersekolah tetap bisa dipenuhi karena itu sudah menjadi komitmen Wali Kota. Namun, apabila hingga MPLS selesai belum ada kepastian, kami akan mendatangi Kantor Wali Kota untuk meminta solusi,” tegasnya.
Di sisi lain, Rina mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam memperluas akses pendidikan. Menurutnya, berbagai kebijakan seperti penghapusan biaya masuk sekolah, penyediaan buku gratis, hingga komitmen memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan patut diapresiasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB masih berlangsung.
“Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan karena proses evaluasi masih berjalan. Tim masih melakukan pembahasan terkait seluruh pelaksanaan SPMB,” kata Ibnu.
Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan diumumkan setelah seluruh proses selesai dan dibahas bersama tim yang terlibat, termasuk Inspektorat serta Satuan Tugas (Satgas) SPMB.
Menurutnya, Disdikbud masih mengumpulkan seluruh hasil evaluasi agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat, menyeluruh, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan seluruh persoalan yang muncul selama proses penerimaan siswa baru dapat segera diselesaikan tanpa mengabaikan hak anak untuk memperoleh pendidikan. (RD)







Tinggalkan Balasan