MORFEM.ID, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim matangkan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan perkuat sistem validasi atlet menggunakan teknologi digital agar proses administrasi berlangsung lebih tertib.
Wakil Ketua Umum KONI Kaltim, Dandri Dauri, mengungkapkan pembahasan mengenai kesiapan Porprov menjadi salah satu poin utama. Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar empat bulan, seluruh tahapan dinilai harus segera dituntaskan agar pelaksanaan pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi itu berjalan sesuai target.
“Pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat. Karena itu, kami langsung melakukan berbagai pembenahan terhadap perangkat pendukung agar seluruh proses dapat berjalan lebih matang dan tidak dilakukan secara terburu-buru,” kata Dandri saat dikonfirmasi Morfem.id, Senin (6/7/2026).
Sebagai bagian dari pembenahan tersebut, KONI Kaltim melakukan restrukturisasi sejumlah perangkat penting yang bertugas mengawal jalannya kompetisi.
Di antaranya Dewan Keabsahan, Dewan Hakim, hingga unsur Wasit Pengawas (Wasrah) yang akan bertanggung jawab sejak tahapan administrasi hingga pertandingan berlangsung.
Dandri menjelaskan, Dewan Keabsahan kini diperkuat sekitar 14 personel yang dibantu jajaran sekretariat KONI Kaltim. Penambahan kekuatan itu diharapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan dokumen sekaligus memastikan seluruh atlet yang didaftarkan memenuhi persyaratan.
Tak hanya memperkuat tim verifikasi, KONI Kaltim juga mulai menerapkan sistem pendaftaran atlet secara digital. Melalui platform tersebut, seluruh data peserta dari kabupaten dan kota akan dihimpun dalam satu basis data yang terintegrasi sehingga proses pengecekan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Menurut Dandri, penggunaan aplikasi ini menjadi langkah antisipatif untuk menghindari persoalan administrasi yang selama ini kerap muncul menjelang Porprov, termasuk kemungkinan seorang atlet didaftarkan oleh lebih dari satu daerah.
“Melalui sistem ini, apabila ada atlet yang masuk dalam dua pendaftaran berbeda, aplikasi akan langsung memberikan notifikasi. Dengan begitu, persoalan dapat diselesaikan sejak awal sebelum menimbulkan sengketa saat pertandingan berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerapan sistem digital juga diharapkan menciptakan proses administrasi yang lebih terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak lagi memicu polemik yang berpotensi mengganggu fokus para atlet.
Karena itu, seluruh KONI kabupaten dan kota diminta mulai menyiapkan kelengkapan administrasi masing-masing. Setelah portal pendaftaran resmi dibuka, seluruh data atlet diharapkan segera diunggah agar tahapan verifikasi dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Kami berharap seluruh daerah sudah siap ketika proses registrasi dimulai. Dengan administrasi yang lebih tertata dan sistem yang lebih modern, kami optimistis pelaksanaan Porprov tahun ini bisa berlangsung lebih lancar dan profesional,” tutup Dandri. (RD)







Tinggalkan Balasan