MORFEM.ID, SAMARINDA – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan optimisme Pemerintah Kota Samarinda untuk mempertahankan prestasi olahraga.
Meski dana kontingen diperkirakan lebih kecil akibat penyesuaian fiskal, Samarinda tetap membidik posisi juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendatang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, mengatakan besaran anggaran yang disiapkan untuk menghadapi Porprov masih dalam tahap finalisasi. Namun, kebutuhan dana diperkirakan berada di kisaran Rp7,5 miliar hingga Rp10 miliar.
“Kami memang belum menetapkan angka final, tetapi estimasinya sekitar Rp7,5 miliar sampai Rp10 miliar. Dengan anggaran yang relatif efisien itu, target kami tetap sama, yakni menjadi juara umum,” ujarnya belum lama ini.
Muslimin menegaskan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet tidak akan berkurang meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan.
Menurutnya, pengembangan olahraga merupakan amanat yang harus dijalankan sesuai ketentuan nasional, termasuk mendukung pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Komitmen kami terhadap pembinaan olahraga tidak perlu diragukan. Apa pun kondisi anggarannya, pembinaan atlet akan terus menjadi prioritas,” katanya.
Ia menilai optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini Samarinda menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak bagi kontingen Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Selain itu, Samarinda juga berhasil keluar sebagai juara umum pada Porprov Kaltim edisi sebelumnya.
Menurut Muslimin, keberadaan sarana olahraga yang relatif lengkap menjadi salah satu modal penting dalam membina atlet, walaupun beberapa cabang olahraga masih harus memanfaatkan fasilitas latihan yang disewa.
Saat ini, para atlet dari berbagai cabang olahraga masih menjalani fase persiapan umum yang berfokus pada peningkatan kondisi fisik. Tahapan tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan persiapan khusus yang lebih menitikberatkan pada strategi dan kebutuhan pertandingan.
“Dalam waktu dekat mereka akan masuk ke tahap persiapan khusus. Fokus latihan nantinya bergeser ke aspek teknis karena fondasi fisik sudah dibangun pada tahap sebelumnya,” jelasnya.
Muslimin mengakui penyesuaian anggaran berdampak terhadap besaran dukungan yang dapat diberikan kepada cabang olahraga.
Kendati demikian, hal tersebut dipastikan tidak akan mengurangi semangat pemerintah dalam menyiapkan atlet menghadapi berbagai kompetisi, mulai dari Porprov, Pra-PON, PON hingga SEA Games.
“Kondisi fiskal memang menuntut kami lebih cermat mengelola anggaran. Namun target prestasi tidak berubah, dan kami akan terus mendukung atlet agar mampu bersaing di setiap ajang,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan