MORFEM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pasar hingga ke luar negeri sebagai strategi menghadapi perlambatan daya beli masyarakat di dalam negeri.
Di tengah melemahnya konsumsi domestik dan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat, pasar ekspor dinilai menawarkan peluang yang lebih menjanjikan bagi produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan kondisi ekonomi saat ini justru bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan melalui pasar internasional.
“Daripada hanya bergantung pada pasar domestik yang saat ini sedang melambat, kami mendorong UMKM mulai melihat peluang ekspor. Dengan nilai tukar dolar yang tinggi, potensi keuntungan juga bisa lebih besar,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Heni menilai penurunan daya beli masyarakat tidak seharusnya membuat pelaku usaha kehilangan optimisme. Menurutnya, permintaan dari pasar luar negeri masih terbuka bagi berbagai produk unggulan asal Kaltim yang memiliki kualitas dan daya saing.
Ia mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait pemenuhan standar mutu, legalitas, dan sertifikasi yang menjadi syarat utama untuk memasuki pasar ekspor.
“Produk yang akan dipasarkan ke luar negeri tentu harus memenuhi standar yang ditentukan negara tujuan. Karena itu kualitas dan kelengkapan administrasi harus dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.
Untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan tersebut, pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari fasilitasi pengujian produk hingga bantuan biaya pengiriman sampel kepada calon pembeli di luar negeri.
Menurut Heni, langkah tersebut penting karena banyak importir yang meminta contoh produk sebelum memutuskan menjalin kerja sama bisnis.
“Kami telah menyediakan anggaran untuk membantu proses uji produk maupun pengiriman sampel. Harapannya, UMKM tidak terbebani seluruh biaya ketika ada permintaan dari calon buyer,” katanya.
Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan layanan Balai Pengujian dan Standardisasi Produk milik pemerintah daerah untuk memastikan produknya memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar internasional.
Heni menyebut Kaltim memiliki banyak komoditas yang berpotensi menembus pasar ekspor. Salah satunya gula nipah yang mulai dikenal sebagai produk unggulan daerah.
Selain itu, produk olahan pangan, kerajinan, hingga komoditas berbasis sumber daya alam juga dinilai memiliki prospek yang baik.
“Potensi produk Kaltim sangat beragam. Tinggal bagaimana pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas dan memanfaatkan peluang pasar yang tersedia,” ungkapnya.
Upaya memperluas akses pasar juga diperkuat melalui keberadaan Export Center Kementerian Perdagangan di Balikpapan yang berperan memberikan pendampingan, informasi pasar, hingga mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Heni menegaskan berbagai fasilitas pendukung kini telah tersedia. Karena itu, ia berharap para pelaku UMKM lebih percaya diri untuk meningkatkan kualitas produk dan mulai merambah pasar global.
“Pemerintah sudah membuka akses, menyediakan pendampingan, hingga membantu mempertemukan UMKM dengan buyer luar negeri. Sekarang saatnya pelaku usaha memanfaatkan kesempatan itu untuk mengembangkan usahanya,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan