MORFEM.ID, SAMARINDA – Sejumlah program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan memasuki tahap peresmian pada 24 Juni 2026.
Agenda tersebut mencakup bidang kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta upaya menjaga lingkungan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan itu akan diawali dengan peresmian Tower Awang Faroek yang berada di lingkungan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.
“Kalau tidak ada kendala, tanggal 24 nanti kita akan meresmikan Tower Awang Faroek,” ujar Rudy, Selasa (23/6/2026).
Bangunan tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan jantung terpadu pertama di Balikpapan. Fasilitas ini nantinya akan mendukung pelayanan kesehatan khususnya bagi pasien penyakit jantung yang membutuhkan penanganan lebih spesifik.
Rudy berharap keberadaan pusat layanan tersebut mampu mengurangi ketergantungan masyarakat Kaltim terhadap fasilitas kesehatan di luar provinsi.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat memiliki pilihan pengobatan yang lebih dekat tanpa harus keluar daerah untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Selain peresmian fasilitas kesehatan, Pemprov Kaltim juga akan membuka Galeri UMKM yang berlokasi di kawasan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Menurut Rudy, tempat tersebut disiapkan sebagai ruang promosi bagi produk-produk buatan masyarakat lokal agar lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas.
“Produk UMKM daerah perlu memiliki tempat khusus untuk ditampilkan. Bandara menjadi lokasi strategis karena banyak orang datang dan pergi setiap hari,” katanya.
Galeri tersebut nantinya akan menampilkan berbagai hasil usaha warga, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga karya kreatif lainnya.
Pemerintah berharap kehadiran galeri itu dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Tidak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, Pemprov Kaltim juga menjadwalkan kegiatan penanaman pohon di sejumlah wilayah.
Langkah penghijauan itu disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pembangunan dengan kelestarian alam.
“Pembangunan harus tetap berjalan, tetapi lingkungan juga harus dijaga. Karena itu ada kegiatan penghijauan yang akan kita lakukan,” tukas Rudy. (RD)







Tinggalkan Balasan