MORFEM.ID, SAMARINDA – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham), Mugiyanto, menanggapi aksi protes yang dilakukan sejumlah aktivis mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) saat dirinya memberikan kuliah umum bertajuk “Penguatan Kapasitas HAM Bagi Mahasiswa” di GOR 27 September, Selasa (23/6/2026).
Mugiyanto mengatakan aspirasi yang disampaikan mahasiswa terkait kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk hilangnya aktivis 1998, merupakan persoalan yang hingga kini masih menjadi perhatian dan sedang diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah.
Menurutnya, perjuangan untuk mengungkap kasus-kasus tersebut telah ia lakukan sejak era reformasi dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kasus-kasus itu sudah saya perjuangkan sejak 1998 dan sampai hari ini masih terus saya perjuangkan. Sebagai Wamenham, itu juga menjadi bagian dari tugas yang diberikan Presiden Prabowo kepada kami,” ujarnya saat diwawancarai oleh Morfem.id.
Ia mengaku berterima kasih kepada para aktivis yang terus mengingatkan pemerintah terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Mugiyanto juga mengingatkan bahwa dirinya merupakan salah satu inisiator Aksi Kamisan yang selama ini konsisten menyuarakan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Menurutnya, Aksi Kamisan lahir sebagai bentuk pengingat kepada pemerintah bahwa masih ada sejumlah kasus HAM yang belum tuntas.
“Karena persoalan-persoalan itu memang belum benar-benar selesai sampai hari ini, sehingga aksi-aksi seperti Kamisan perlu dilakukan sebagai pengingat,” terangnya.
Mugiyanto menegaskan, saat ini dirinya bersama Menteri HAM tengah berupaya menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM yang selama ini menjadi tuntutan para korban dan keluarga korban.
Ia juga menyinggung poster sejumlah aktivis yang dibawa mahasiswa dalam aksi protes tersebut, seperti Wiji Thukul, Petrus Bima Anugerah, Herman Hendrawan, Ucok Munandar Siahaan, dan Yadin Muhidin.
“Nama-nama yang ada di poster itu adalah teman-teman saya. Hari ini saya berada di pemerintahan sebagai Wamenham untuk memperjuangkan keadilan bagi mereka dan terus bersama keluarga korban,” ucapnya.
Mugiyanto menambahkan, keluarga korban aktivis yang hilang juga memberikan dukungan ketika dirinya diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Wakil Menteri HAM.
“Mereka menyampaikan kepada saya untuk masuk ke dalam sistem dan berjuang dari dalam, sementara mereka tetap berjuang dari luar. Kami berkolaborasi dan berkoordinasi agar kasus-kasus ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan