MORFEM.ID, SAMARINDA – Kondisi Pasar Pagi Samarinda yang belum ramai pengunjung setelah kembali beroperasi menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.
Sejumlah pedagang dikabarkan mengeluhkan minimnya transaksi di dalam pasar sehingga memilih membuka lapak di area luar untuk menarik pembeli.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Dinas Perdagangan terkait kondisi tersebut. DPRD menilai perlu ada evaluasi terhadap pemanfaatan pasar yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut.
“Kami berencana memanggil Dinas Perdagangan dalam waktu dekat untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Dari laporan yang kami terima, aktivitas jual beli di dalam pasar belum berjalan sesuai harapan,” ujar Iswandi, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari kualitas bangunan yang berdiri, tetapi juga dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bangunan yang megah tentu menjadi nilai positif. Namun yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas itu mampu menggerakkan perdagangan dan memberi manfaat bagi para pedagang,” katanya.
Iswandi menilai anggaran ratusan miliar rupiah yang telah digelontorkan untuk pembangunan Pasar Pagi seharusnya dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan segera menyiapkan langkah konkret agar pasar kembali menjadi pusat aktivitas jual beli yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Harus ada strategi yang jelas untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun besar-besaran belum memberikan dampak maksimal,” tegasnya.
Selain persoalan sepinya pembeli, Iswandi juga menyoroti masih banyaknya ruang usaha yang belum terisi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat suasana pasar terlihat kurang hidup dan memengaruhi aktivitas perdagangan secara keseluruhan.
“Saya melihat masih ada cukup banyak area yang belum dimanfaatkan. Padahal pasar pada umumnya identik dengan aktivitas yang padat dan ramai. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” terangnya.
Ia berharap evaluasi segera dilakukan agar Pasar Pagi dapat berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya, yakni menjadi pusat perdagangan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Samarinda. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan