MORFEM.ID, SAMARINDA – Kebijakan memasukkan materi koding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pembelajaran sekolah mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda.
Program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun pelaksanaannya harus didukung persiapan yang memadai.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, mengatakan pembelajaran berbasis teknologi digital merupakan langkah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Terlebih, Samarinda sebagai kota yang terus berkembang perlu menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penerapan kurikulum baru tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan kesiapan sekolah.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan berbagai aspek pendukung telah tersedia, mulai dari sarana dan prasarana, kompetensi tenaga pengajar, hingga metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Program ini bisa saja diterapkan di Samarinda, tetapi perlu dikaji lebih mendalam mengenai dampaknya dan tujuan yang ingin dicapai,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai memperkenalkan pembelajaran koding dan AI pada tahun ajaran 2025/2026.
Program itu diterapkan untuk siswa dari tingkat sekolah dasar hingga menengah sebagai bagian dari penguatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Harminsyah menilai pengenalan teknologi sejak dini dapat memberikan manfaat positif bagi siswa, seperti meningkatkan kemampuan berpikir logis, memperkuat daya analisis, serta melatih keterampilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Namun, ia menegaskan bahwa penerapan kurikulum tersebut tidak boleh hanya menjadi simbol modernisasi pendidikan atau sekadar mengikuti tren teknologi yang berkembang saat ini.
“Harus ada perencanaan dan evaluasi yang matang agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan hanya sekadar memenuhi formalitas,” katanya.
Selain kesiapan sekolah, faktor lain yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas tenaga pendidik, ketersediaan perangkat penunjang pembelajaran, serta strategi pengajaran yang efektif.
Ia berharap pembelajaran AI dan koding nantinya mampu menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa mendatang.
“Teknologi memang menjadi kebutuhan saat ini, tetapi kesiapan penerapannya di sekolah harus dipastikan agar hasilnya optimal,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan