MORFEM.ID, SAMARINDA – Besarnya anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik di media sosial.
Perbincangan itu mencuat setelah beredar perbandingan antara total hadiah Piala Dunia 2026 dan kebutuhan anggaran program MBG yang dijalankan pemerintah.
FIFA diketahui menyiapkan total hadiah sebesar USD 871 juta atau sekitar Rp14,3 triliun untuk Piala Dunia 2026. Nilai tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah turnamen sepak bola dunia dan akan diperebutkan oleh 48 negara peserta.
Namun, sejumlah warganet menilai angka tersebut justru terlihat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan anggaran MBG. Berdasarkan berbagai estimasi yang beredar, program MBG membutuhkan dana sekitar Rp855 miliar hingga Rp917 miliar per hari.
“Gak kebayang kalau MBG bisa sponsori Piala Dunia,” komentar salah satu warganet.
Dengan perhitungan tersebut, total hadiah Piala Dunia 2026 yang mencapai Rp14,3 triliun setara dengan sekitar 15 hingga 16 hari pelaksanaan program MBG. Sementara dalam satu bulan, kebutuhan anggaran MBG diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp27 triliun.
Perbandingan itu memicu beragam respons di media sosial. Bahkan ada juga warganet yang berkomentar “Itu MBG kalau di jadiin club bola kayaknya kebeli tuh Manchester City,” dikutip dari instagram cretivox.
Sebagian warganet mempertanyakan besarnya anggaran yang harus disiapkan negara untuk menjalankan program MBG secara berkelanjutan.
Mereka menilai angka tersebut menunjukkan skala pembiayaan yang sangat besar dibandingkan dengan sejumlah kegiatan atau ajang internasional yang selama ini dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi. Di sisi lain, ada pula warganet yang menilai perbandingan tersebut perlu dilihat secara proporsional.
Menurut mereka, hadiah Piala Dunia merupakan dana yang diberikan untuk satu kali penyelenggaraan turnamen yang berlangsung empat tahunan, sedangkan MBG merupakan program nasional yang dijalankan setiap hari dan ditujukan untuk jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Meski demikian, perbandingan antara hadiah Piala Dunia dan anggaran MBG tersebut kembali memunculkan diskusi publik mengenai efektivitas, keberlanjutan, serta besaran biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan program prioritas pemerintah dalam jangka panjang. (RD)







Tinggalkan Balasan