MORFEM.ID, SAMARINDA – Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana percontohan energi terbarukan.
Namun, keberadaannya juga dimanfaatkan untuk menyediakan layanan pengisian daya tanpa biaya bagi pengguna motor listrik, terutama pengemudi ojek online.
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Kaltim, Elly Luchritia Nova, mengungkapkan program tersebut sebenarnya telah berjalan sejak tahun lalu. Namun, Informasi mengenai layanan itu baru disosialisasikan secara lebih luas kepada masyarakat pada awal 2026.
“Program ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Hanya saja publikasinya baru kami gencarkan pada awal tahun ini agar lebih banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya,” ujar Elly, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, fasilitas pengisian daya gratis tersedia pada hari-hari ketika kantor tidak beroperasi, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik yang semakin berkembang di Kaltim.
Ia menjelaskan, layanan tersebut terbuka bagi seluruh pemilik motor listrik. Namun dalam praktiknya, pengemudi ojek online menjadi kelompok yang paling sering memanfaatkan fasilitas tersebut karena aktivitas mereka yang membutuhkan kendaraan siap digunakan sepanjang hari.
“Banyak pengemudi ojol yang datang sejak pagi untuk mengisi daya. Setelah baterainya penuh mereka bekerja seperti biasa, lalu kembali lagi pada sore hari untuk mengisi ulang sebelum layanan ditutup,” jelasnya.
Tingginya minat pengguna kendaraan listrik terlihat dari ramainya aktivitas pengisian daya setiap akhir pekan maupun saat libur nasional. Dalam satu hari, rata-rata terdapat enam hingga tujuh unit motor listrik yang melakukan pengisian daya, bahkan beberapa pengguna tercatat datang lebih dari sekali.
Akibatnya, jumlah aktivitas pengisian daya dalam sehari bisa lebih tinggi dibanding jumlah kendaraan yang tercatat menggunakan fasilitas tersebut.
Elly menilai program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan biaya operasional para pengemudi ojek online yang beralih ke kendaraan listrik.
Ia menyebut sejumlah pengguna mengaku terbantu karena keterbatasan daya listrik di rumah membuat proses pengisian baterai tidak selalu bisa dilakukan secara maksimal. Kehadiran fasilitas gratis tersebut menjadi alternatif yang cukup membantu.
“Setidaknya dalam beberapa hari setiap pekan mereka bisa mengurangi pengeluaran untuk listrik. Selain mendukung energi bersih, program ini juga memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat,” katanya.
Di kawasan yang sama, tersedia pula fasilitas pengisian kendaraan listrik milik PLN yang beroperasi secara komersial. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan antara layanan gratis yang bersumber dari PLTS maupun pengisian berbayar melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Untuk yang gratis berasal dari fasilitas PLTS kami dan beroperasi saat hari libur. Sementara untuk layanan berbayar tersedia melalui SPKLU milik PLN yang berada di area kantor,” terangnya.
Sejak dibuka untuk umum, fasilitas tersebut telah dimanfaatkan oleh puluhan pengguna motor listrik. Jumlah pemakai bahkan meningkat cukup signifikan saat periode libur panjang.
Selain memberikan layanan pengisian daya, program ini juga menjadi media edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan dan pentingnya peralihan dari energi berbasis bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Elly, perkembangan kendaraan listrik di Kaltim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Tren tersebut menandakan semakin tingginya ketertarikan masyarakat terhadap moda transportasi yang lebih hemat energi.
“Pertumbuhannya cukup menggembirakan. Dari tahun ke tahun jumlah pengguna kendaraan listrik terus bertambah dan menunjukkan tren yang positif,” tambahnya.
Terakhir kata Elly, sistem PLTS yang digunakan di Kantor ESDM Kaltim telah terhubung dengan jaringan listrik PLN melalui skema on-grid. Dengan sistem tersebut, pasokan listrik tetap tersedia meskipun produksi energi dari panel surya menurun akibat cuaca mendung atau hujan.
“Ketika produksi listrik dari panel surya berkurang, kebutuhan daya langsung ditopang oleh jaringan PLN. Karena itu layanan pengisian daya tetap dapat berjalan dengan normal,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan