MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda mempertimbangkan kembali rencana revitalisasi Pasar Segiri yang diwacanakan berlangsung pada 2027 mendatang.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah diminta lebih memprioritaskan program yang dianggap mendesak bagi masyarakat, khususnya penanganan banjir.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan menilai proyek revitalisasi pasar belum menjadi kebutuhan utama untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Menurutnya, hingga kini DPRD juga belum menerima pembahasan lanjutan terkait kepastian pelaksanaan pembangunan ulang Pasar Segiri.
“Persoalan banjir masih membutuhkan perhatian dan anggaran besar. Jadi itu yang sebaiknya lebih diprioritaskan terlebih dahulu,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Viktor menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini perlu diarahkan pada program yang langsung berdampak terhadap kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, revitalisasi pasar dinilai bisa dilakukan setelah kondisi fiskal daerah lebih stabil.
Ia menegaskan tidak menolak rencana pembangunan Pasar Segiri. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi dengan kesiapan anggaran dan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Selain itu, ia meminta pemerintah memaksimalkan fasilitas pasar yang sudah tersedia, termasuk pemanfaatan bangunan baru Pasar Pagi Samarinda.
Menurut Viktor, pemerintah perlu mengevaluasi terlebih dahulu tingkat keterisian pedagang di pasar yang sudah dibangun sebelum kembali mengalokasikan anggaran besar untuk proyek pasar lainnya.
“Jangan sampai setelah dibangun justru banyak kios kosong dan tidak dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Ia menilai fenomena pasar yang awalnya ramai namun kemudian mulai ditinggalkan pedagang perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah sebelum memutuskan pembangunan baru.
DPRD juga meminta pemerintah segera menuntaskan penyediaan tempat penampungan sementara bagi pedagang los sayur Pasar Segiri yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu.
Sebagai solusi sementara, Viktor mengusulkan pedagang yang kehilangan tempat usaha dapat dipindahkan sementara ke pasar lain yang masih memiliki ruang kosong, termasuk Pasar Pagi Samarinda.
“Langkah itu bisa membantu pedagang tetap menjalankan aktivitas ekonomi sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah kota,” tukasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan