MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penanggulangan HIV dan Tuberkulosis (TB) yang sebelumnya sempat tertunda dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pembahasan tersebut, perhatian utama diarahkan pada kepastian dukungan anggaran agar program dapat dijalankan secara maksimal.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, mengatakan regulasi tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 2023. Namun, proses pembahasannya sempat terhenti sehingga belum mencapai tahap finalisasi.
Menurutnya, DPRD pada periode saat ini ingin memastikan pembahasan Raperda kembali berjalan dan dapat masuk ke dalam prioritas program legislasi daerah.
Langkah itu dinilai penting mengingat kebutuhan penanganan HIV dan TB di masyarakat terus meningkat.
“Raperda ini sebenarnya sudah lama diusulkan, tetapi sempat tertunda. Sekarang kami ingin pembahasannya dilanjutkan karena kondisi di lapangan membutuhkan perhatian serius,” ujar Riska, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pola pembiayaan dalam pelaksanaan regulasi nantinya.
Pembahasan tidak hanya menyangkut program pencegahan, tetapi juga mencakup pengobatan hingga pendampingan bagi pasien.
Riska menilai, kejelasan alokasi anggaran menjadi faktor penting agar kebijakan yang disusun tidak berhenti sebatas aturan tertulis, melainkan benar-benar dapat diterapkan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
Selain persoalan pendanaan, dukungan dari anggota DPRD di berbagai daerah pemilihan juga disebut memperkuat dorongan percepatan pembahasan regulasi tersebut.
Tingginya laporan kasus HIV dan TB di masyarakat menjadi alasan perlunya langkah penanganan yang lebih serius dan terstruktur.
Ia berharap, keberadaan Perda nantinya dapat menjadi landasan yang kuat bagi pemerintah kota dalam menyusun program penanggulangan HIV dan TB secara lebih terarah.
“Kalau regulasinya sudah jelas, tentu pemerintah daerah akan lebih mudah menjalankan program penanganan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan